GelanggangNews – Puasa bukan sekadar ibadah, tetapi juga diyakini memberi manfaat kesehatan bagi tubuh. Berdasarkan ulasan kesehatan dari Halodoc, perubahan pola makan saat puasa memicu proses adaptasi metabolisme yang berdampak positif bagi berbagai organ tubuh. Meski frekuensi makan berkurang, tubuh justru mendapat kesempatan melakukan perbaikan sel secara alami.
Salah satu manfaat yang kerap dibahas adalah potensi puasa dalam membantu menghambat pertumbuhan sel kanker. Saat berpuasa, kadar glukosa dan faktor pertumbuhan dalam tubuh menurun, sehingga laju pembelahan sel ikut melambat. Kondisi ini disebut dapat menciptakan lingkungan yang kurang mendukung bagi perkembangan sel abnormal. Selain itu, puasa memicu proses autophagy, yakni mekanisme pembersihan sel rusak yang berperan dalam menjaga keseimbangan tubuh.
Penelitian dari University of Southern California menemukan bahwa puasa pada hewan percobaan dapat memperlambat pertumbuhan dan penyebaran tumor. Bahkan, ketika dikombinasikan dengan kemoterapi, hasilnya menunjukkan respons yang lebih baik. Meski demikian, penelitian tersebut masih terbatas pada studi hewan dan memerlukan uji klinis lebih lanjut pada manusia.
Tak hanya dikaitkan dengan risiko kanker, puasa juga bermanfaat bagi kesehatan jantung. Orang yang rutin berpuasa disebut memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan diabetes karena kadar insulin lebih terkontrol. Puasa juga dapat membantu meredakan peradangan seperti radang sendi, radang usus besar, serta penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
Meski memiliki banyak manfaat, puasa harus dijalani dengan pola makan sehat dan seimbang. Melewatkan sahur atau mengonsumsi makanan tidak sehat saat berbuka justru bisa berdampak buruk. Konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan, terutama bagi penderita penyakit tertentu.
Ikuti perkembangan terbaru berita kesehatan hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/









