GELANGGANG NEWS — Kasus korupsi yang menjerat Bupati Lampung Tengah kembali menjadi sorotan publik setelah muncul perilaku tak pantas dari sang pejabat ketika menghadiri pemeriksaan resmi. Alih-alih menunjukkan sikap kooperatif dan rasa bersalah, ia justru memicu kritik keras lantaran menggoda seorang jurnalis yang tengah bertugas. Insiden ini menambah panjang daftar kontroversi yang membelit dirinya, sekaligus menegaskan bahwa proses hukum yang berjalan tak serta-merta membuatnya rendah hati.
Dalam rekaman yang beredar, sang bupati tampak tersenyum santai ketika dikerumuni awak media. Bukannya memberi pernyataan substantif terkait dugaan korupsi yang menjeratnya, ia justru melontarkan candaan bernada godaan kepada seorang jurnalis perempuan. Tindakannya ini langsung memancing kecaman, terutama dari komunitas pers yang menilai perbuatan tersebut tidak etis, merendahkan profesi jurnalis, dan menggambarkan arogansi pejabat publik.
Kasus korupsi yang menjerat sang bupati sendiri terkait dengan dugaan penyalahgunaan anggaran program pemerintah daerah. Penyidik menduga ada aliran dana yang dimanipulasi sehingga merugikan keuangan negara dalam jumlah besar. Meski telah berstatus tersangka, ia tampak tidak menunjukkan itikad baik untuk memberikan klarifikasi yang jelas dan komprehensif. Sebaliknya, ia lebih memilih mempertontonkan gestur yang memicu opini negatif di publik.
Beberapa pengamat menilai sikap tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap proses hukum yang sedang berlangsung. Seorang analis politik menyebut tindakan menggoda jurnalis di tengah proses pemeriksaan merupakan gambaran budaya kekuasaan yang masih jauh dari sikap profesional. Insiden ini juga menunjukkan bagaimana sebagian pejabat publik masih menganggap ringan dugaan tindak pidana korupsi, seolah-olah hukum dapat dinegosiasikan dengan citra dan candaan.
Di sisi lain, komunitas jurnalis mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan akses liputan yang aman bagi pekerja media, tanpa tekanan, intimidasi, atau perlakuan tidak pantas. Mereka menegaskan bahwa tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi kepada masyarakat, bukan menjadi sasaran godaan atau candaan tidak etis.
Proses hukum terhadap sang bupati akan terus berlanjut, dan masyarakat menanti langkah tegas dari aparat penegak hukum. Transparansi, akuntabilitas, serta penegakan hukum yang tidak pandang bulu diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap lembaga negara. Insiden ini juga menjadi pengingat bahwa pejabat publik harus menjaga perilaku, terlebih ketika sedang menjalani proses hukum yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Gelanggang News akan terus mengawal perkembangan kasus ini dengan pendekatan jurnalisme mendalam khas kami, memastikan setiap fakta tersaji akurat dan berimbang untuk pembaca setia di seluruh Indonesia.
Selengkapnya hanya di Gelanggang News:www.gelanggangnews.com

