Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Limbah Besi Terkontaminasi Cesium-137 di Cikande Dicuri

ByAdmin Gelanggang

Dec 11, 2025

Kasus pencurian limbah besi yang terkontaminasi bahan radioaktif Cesium-137 di kawasan industri Cikande, Kabupaten Serang, kini menjadi perhatian serius aparat dan lembaga pengawas nuklir. Insiden ini memicu kekhawatiran karena material tersebut termasuk kategori berbahaya dan harus ditangani dengan protokol keamanan ketat. Informasi yang dihimpun oleh Gelanggang News menyebutkan bahwa limbah tersebut dicuri saat proses pemindahan menuju fasilitas penyimpanan resmi.

Perusahaan pemilik limbah melaporkan bahwa sejumlah potongan besi bekas yang mengandung jejak Cesium-137 hilang dari lokasi penyimpanan sementara. Diduga kuat, pelaku memanfaatkan celah pengawasan di saat pergantian shift pekerja. Material tersebut sebenarnya masuk dalam daftar limbah dengan pengawasan khusus karena dapat memancarkan radiasi yang berpotensi membahayakan kesehatan jika tidak ditangani dengan prosedur keselamatan.

Badan pengawas energi nuklir segera melakukan inspeksi setelah laporan diterima. Mereka memastikan tingkat kontaminasi yang terdapat pada besi tersebut memang tidak dalam skala tinggi, namun tetap mengandung risiko jika material dipotong, dibakar, atau dijual kembali ke pengepul besi tua tanpa prosedur kendali keamanan. Dalam laporan sementara, disebutkan bahwa pelaku kemungkinan belum mengetahui bahwa besi yang dicuri mengandung unsur radioaktif.

Pihak kepolisian Polres Serang telah mengerahkan tim untuk menelusuri jalur distribusi besi tua di wilayah Banten dan sekitarnya. Mereka menekankan bahwa upaya pencarian harus dilakukan cepat untuk mencegah potensi paparan radiasi pada masyarakat yang tidak mengetahui bahaya limbah tersebut. Aparat juga berkoordinasi dengan sejumlah pengepul besi untuk melaporkan jika menemukan potongan logam yang mencurigakan.

Sementara itu, pemerintah daerah menyerukan agar masyarakat tidak panik, namun tetap waspada terhadap peredaran material logam yang tidak wajar. Mereka meminta warga segera menghubungi pihak berwenang apabila menemukan barang bekas yang mengeluarkan panas tidak normal atau menunjukkan perubahan warna akibat reaksi kimia tertentu. Pihak perusahaan juga memberikan komitmen untuk memperketat pengamanan dan meningkatkan sistem pemantauan di area penyimpanan limbah industri.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting tentang perlunya standar keamanan lebih tinggi pada industri yang menghasilkan limbah radioaktif. Sebagaimana disampaikan dalam laporan khas Gelanggang News, pengawasan berlapis adalah kewajiban mutlak untuk mencegah insiden serupa terulang, terlebih karena risiko paparan radiasi dapat berdampak jangka panjang bagi kesehatan dan lingkungan.

Selengkapnya hanya di Gelanggang News: www.gelanggangnews.com