Wakil Presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka, turun langsung meninjau area terdampak banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Kunjungan ini menjadi salah satu agenda prioritas setelah laporan kerusakan masif dan meningkatnya jumlah warga terdampak di wilayah tersebut. Gelanggang News mencatat, banjir bandang dipicu hujan ekstrem yang mengguyur kawasan itu, menyebabkan aliran sungai meluap dan membawa material kayu serta batu besar ke permukiman.
Setibanya di lokasi, Gibran meninjau pusat kerusakan di beberapa nagari yang paling parah terdampak. Rumah-rumah warga tampak rusak berat, sebagian hanyut, dan sejumlah fasilitas umum seperti jembatan desa terputus total. Akses jalan pun masih tertutup material lumpur tebal, menyulitkan mobilitas relawan dan distribusi bantuan.
Dalam dialog singkat dengan warga, Gibran menegaskan bahwa pemerintah akan mempercepat penanganan darurat, termasuk pengerahan alat berat, perbaikan akses jalan, serta penyediaan logistik lanjutan. Ia juga memantau langsung posko pengungsian dan memastikan ketersediaan makanan, air bersih, selimut, serta fasilitas kesehatan yang memadai. Kondisi para pengungsi, khususnya anak-anak dan kelompok lansia, menjadi sorotan utama dalam kunjungan tersebut.
Gibran menekankan bahwa pemerintah pusat tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga tengah merancang langkah pemulihan jangka panjang. Ia menyinggung pentingnya mitigasi melalui penataan ulang kawasan rawan, rehabilitasi daerah aliran sungai, serta penguatan sistem peringatan dini. Menurutnya, bencana serupa harus dapat ditekan dengan penataan ruang yang lebih tegas dan pengawasan lingkungan yang lebih disiplin.
Sementara itu, BPBD dan aparat setempat terus bekerja membersihkan material banjir serta mengevakuasi warga yang masih berada di area berbahaya. Sejumlah keluarga terpaksa bertahan di pengungsian karena rumah mereka sudah tidak dapat dihuni. Relawan dari berbagai daerah pun berdatangan untuk mempercepat proses pemulihan.
Kunjungan Wapres terpilih ini disambut hangat oleh masyarakat setempat. Banyak warga berharap bahwa perhatian pemerintah dapat mempercepat pemulihan dan memberikan rasa aman setelah trauma yang mereka alami. Kehadiran pejabat pusat di lokasi bencana, menurut warga, memberi dorongan moral sekaligus harapan nyata atas percepatan penanganan.
Gibran menutup kunjungannya dengan menegaskan bahwa pemerintah akan terus memonitor perkembangan situasi dan mengerahkan sumber daya maksimal agar kehidupan warga Agam dapat kembali pulih secepat mungkin.
Informasi selengkapnya dapat dibaca di www.gelanggangnews.com













