Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Garuda Ungkap 34 Pesawat Tidak Bisa Terbang

ByAdmin Gelanggang

Nov 28, 2025

Gelanggang News — Maskapai nasional Garuda Indonesia kembali menjadi sorotan setelah manajemen mengonfirmasi bahwa sebanyak 34 pesawat dalam armadanya saat ini tidak dapat beroperasi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, mulai dari proses perawatan berkala hingga kebutuhan perbaikan komponen yang memerlukan waktu lebih panjang dari biasanya.

Direktur Utama Garuda Indonesia menjelaskan bahwa mayoritas pesawat yang tidak bisa terbang berada dalam tahap maintenance mendalam yang wajib dilakukan sesuai regulasi penerbangan internasional. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk memastikan keselamatan penumpang serta menjaga standar kualitas maskapai. Menurutnya, beberapa komponen memerlukan penggantian yang tidak dapat dilakukan secara cepat karena harus menunggu suplai dari produsen resmi.

Selain itu, kondisi global yang memengaruhi rantai pasok suku cadang pesawat turut memperlambat proses perbaikan. Beberapa pabrik penyedia komponen masih menghadapi antrean produksi yang panjang. Hal ini berdampak langsung pada waktu tunggu Garuda dalam melakukan perawatan pesawat, terutama untuk armada wide-body yang operasionalnya lebih kompleks.

Meskipun demikian, pihak Garuda memastikan bahwa pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan mengoptimalkan pesawat yang masih aktif beroperasi. Penjadwalan ulang internal, efisiensi rute, serta koordinasi dengan pihak bandara dilakukan untuk meminimalisasi potensi keterlambatan atau pembatalan penerbangan. “Kami terus memastikan bahwa layanan kepada pelanggan tidak terganggu secara signifikan,” ujarnya.

Gelanggang News mencatat bahwa Garuda Indonesia tengah berada dalam fase pemulihan pascapandemi, di mana kebutuhan penerbangan kembali meningkat tetapi maskapai di seluruh dunia masih bergulat dengan tantangan teknis dan finansial. Situasi 34 pesawat yang tidak bisa terbang ini menjadi ujian baru yang menuntut perusahaan memperkuat manajemen armada sekaligus memastikan efisiensi operasional tetap terjaga.

Beberapa analis penerbangan menilai bahwa kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan Garuda dalam memenuhi permintaan rute penerbangan tertentu, terutama rute jarak jauh yang membutuhkan pesawat berbadan lebar. Namun, manajemen menegaskan bahwa rencana penyesuaian sudah disiapkan, termasuk kemungkinan penyewaan pesawat (wet lease) jika diperlukan pada musim puncak perjalanan.

Pihak Garuda juga menekankan bahwa transparansi mengenai kondisi armada adalah bentuk komitmen perusahaan untuk menjaga kepercayaan publik. Mereka berharap proses perawatan dapat dipercepat seiring membaiknya suplai komponen dari pabrikan global. “Keselamatan adalah prioritas. Tidak ada kompromi dalam hal itu,” tegas pernyataan resmi perusahaan.

Dengan perbaikan bertahap yang dijadwalkan selesai beberapa bulan ke depan, Garuda optimistis dapat mengembalikan sebagian besar pesawatnya ke jalur operasional agar kapasitas layanan kembali optimal. Perusahaan juga mengaku sedang memperkuat kolaborasi dengan bengkel pesawat internasional untuk mengurangi waktu tunggu perawatan di masa mendatang.


Selengkapnya kunjungi:www.gelanggangnews.com