Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Teliti sebelum Beli, Ini 7 Ciri-Ciri Ikan yang Tidak Layak Konsumsi

ByAdmin Gelanggang

Nov 27, 2025

Kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan terus meningkat, terutama dalam memilih bahan makanan segar seperti ikan. Meski ikan dikenal kaya nutrisi dan menjadi sumber protein penting, tidak semua ikan yang dijual di pasar layak dikonsumsi. Beberapa pedagang mungkin menyimpan ikan terlalu lama atau tidak memperhatikan standar kebersihan, sehingga kualitasnya menurun. Melalui pemantauan pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, Gelanggang News merangkum tujuh ciri ikan yang sebaiknya dihindari pembeli.

Pertama, perhatikan aroma ikan. Ikan segar seharusnya memiliki bau laut yang ringan dan tidak menyengat. Jika aroma mulai berubah menjadi asam, busuk, atau terlalu tajam, besar kemungkinan ikan tersebut telah mengalami proses pembusukan. Banyak konsumen sering kali tidak menyadari bahwa perubahan aroma merupakan tanda paling awal kerusakan.

Kedua, cek kondisi mata ikan. Ikan yang layak konsumsi biasanya memiliki mata jernih, menonjol, dan tidak cekung. Sebaliknya, mata yang sudah kusam atau tenggelam menjadi indikasi ikan mulai kehilangan tingkat kesegarannya. Kondisi ini biasanya juga diikuti oleh perubahan pada struktur daging.

Ciri ketiga adalah tekstur. Daging ikan yang segar terasa kenyal dan kembali ke bentuk semula saat ditekan. Jika daging terasa lembek, mudah sobek, atau meninggalkan bekas tekanan, hal ini menunjukkan ikan sudah lama disimpan di suhu yang tidak optimal.

Keempat, amati warna insang. Insang menjadi penanda penting kesegaran ikan. Insang yang masih bagus akan terlihat merah cerah dan lembap. Namun, jika berubah menjadi cokelat tua atau kehitaman, itu menandakan ikan telah melewati masa segar dan tidak lagi aman dikonsumsi.

Kelima, periksa kulit dan sisik ikan. Ikan segar memiliki sisik yang menempel kuat serta kulit berkilau alami. Sisik yang mudah rontok, kulit kusam, atau penuh lendir berlebihan menjadi tanda bahwa ikan tersebut sudah mengalami degradasi kualitas.

Keenam, waspadai perubahan perut ikan. Pada ikan yang sudah tidak layak, perut biasanya tampak menggembung tidak wajar atau mulai robek akibat gas pembusukan. Hal ini menandakan proses mikrobiologis sedang berlangsung di dalam tubuh ikan.

Ciri ketujuh adalah kondisi sirip dan ekor. Jika keduanya tampak kering, rapuh, atau robek, maka besar kemungkinan ikan telah lama terpapar udara terbuka. Pada ikan segar, sirip biasanya elastis dan tetap menempel kuat.

Dengan mencermati tujuh ciri tersebut, konsumen dapat lebih teliti dalam memilih ikan yang aman dikonsumsi. Pemerhati pangan menekankan bahwa kebiasaan memeriksa bahan makanan secara detail bukan hanya mencegah kerugian, tetapi juga menjaga kesehatan keluarga. Gelanggang News terus mengingatkan pentingnya literasi pangan agar masyarakat semakin sadar terhadap kualitas produk yang mereka konsumsi.


Baca informasi menarik lainnya di:www.gelanggangnews.com