Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Kerja Sama dengan PSSI Berakhir, Kluivert Dapat Kompensasi Berapa?

ByAdmin Gelanggang

Oct 16, 2025

Kontrak kerja sama antara pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert, dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi berakhir lebih cepat dari jadwal yang direncanakan. Kabar ini memicu berbagai spekulasi di kalangan pecinta sepak bola nasional mengenai alasan pemutusan kontrak serta besaran kompensasi yang diterima oleh mantan striker legendaris timnas Belanda tersebut.

Patrick Kluivert direkrut oleh PSSI pada awal tahun 2024 sebagai bagian dari proyek pengembangan tim nasional usia muda Indonesia. Ia ditunjuk sebagai direktur teknis dan penasihat pelatih untuk program pembinaan jangka panjang Garuda Muda. Di bawah kepemimpinannya, sejumlah perubahan positif sempat terlihat, terutama dalam pembenahan sistem scouting dan latihan pemain muda di pusat pelatihan nasional.

Namun, pada Oktober 2025, PSSI mengumumkan bahwa kerja sama dengan Kluivert tidak akan dilanjutkan. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyatakan bahwa keputusan ini diambil dengan pertimbangan profesional dan hasil evaluasi terhadap rencana jangka panjang federasi. “Kami menghormati dedikasi Patrick selama bekerja bersama tim. Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama, tanpa ada konflik di antara kedua pihak,” ujar Erick dalam keterangan resmi di Jakarta.

Meski berakhir damai, publik penasaran dengan nilai kompensasi yang diberikan kepada Kluivert. Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan internal PSSI, Kluivert disebut menerima kompensasi sebesar Rp 4 miliar sebagai bagian dari penyelesaian kontrak. Angka tersebut mencakup sisa gaji, tunjangan fasilitas, serta hak kerja sama lisensi pelatihan yang belum sempat dijalankan.

Sumber internal PSSI menyebut bahwa nilai tersebut sudah sesuai dengan perjanjian awal dan tidak menimbulkan perselisihan hukum. “Semua proses dilakukan secara profesional dan transparan. Kluivert memahami situasi dan menerima keputusan ini dengan lapang dada,” ungkap salah satu pejabat yang enggan disebut namanya.

Patrick Kluivert sendiri menyampaikan rasa terima kasihnya kepada publik Indonesia melalui unggahan di media sosial pribadinya. Ia menyebut pengalaman bekerja di Indonesia sebagai momen berharga dalam karier kepelatihannya. “Terima kasih kepada PSSI dan seluruh penggemar sepak bola Indonesia atas dukungan luar biasa. Saya bangga pernah menjadi bagian dari perkembangan sepak bola di negeri ini,” tulis Kluivert dalam akun resminya.

Di sisi lain, PSSI kini tengah menyiapkan struktur baru untuk menggantikan peran Kluivert dalam proyek pengembangan pemain muda. Beberapa nama pelatih internasional dikabarkan masuk radar federasi, termasuk mantan pelatih akademi Ajax dan pelatih tim nasional U-20 dari Jepang.

Analis sepak bola nasional, Akmal Marhali, menilai bahwa kepergian Kluivert merupakan momentum bagi PSSI untuk memperkuat sistem pembinaan lokal. “Kluivert sudah memberikan dasar yang baik, tapi kini PSSI perlu memastikan regenerasi berjalan dengan pelatih lokal yang memahami karakter pemain Indonesia,” ujarnya.

Kluivert sebelumnya dikenal sebagai striker tajam yang pernah memperkuat klub elite seperti FC Barcelona, AC Milan, dan Newcastle United. Setelah pensiun, ia meniti karier sebagai pelatih di berbagai tim, termasuk timnas Curacao dan akademi muda Paris Saint-Germain.

Berakhirnya kerja sama ini menjadi salah satu perubahan besar di tubuh PSSI menjelang persiapan kompetisi internasional tahun depan. Publik kini menantikan arah baru federasi dalam menjaga kesinambungan program pelatihan yang telah dibangun Kluivert selama hampir dua tahun terakhir.

Selengkapnya kunjungi www.gelanggangnews.com