GELANGGANG NEWS – Kabar gembira datang bagi warga Jawa Barat, khususnya Kota Bandung dan sekitarnya. Pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan bahwa proyek pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) Bandung Raya akan rampung dan mulai beroperasi pada tahun 2027. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jaringan transportasi massal ramah lingkungan di luar Jabodetabek.
Menurut Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Mohamad Risal Wasal, proyek KRL Bandung Raya akan menghubungkan sejumlah kota besar di kawasan metropolitan Bandung seperti Padalarang, Cimahi, Bandung, Rancaekek, hingga Cicalengka. Jalur ini nantinya akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, termasuk kereta cepat Whoosh dan angkutan umum perkotaan.
“Pembangunan KRL Bandung Raya ini merupakan langkah strategis dalam mendukung konektivitas dan mobilitas masyarakat. Kami menargetkan sistem perkeretaapian ini dapat menampung hingga 150 ribu penumpang per hari,” ujar Risal dalam keterangan pers di Jakarta.
Rute dan Tahapan Pembangunan
Proyek KRL Bandung Raya akan menempuh rute Padalarang – Cicalengka sejauh kurang lebih 60 kilometer, dengan total 13 stasiun pemberhentian. Beberapa stasiun utama yang akan dilalui antara lain:
Stasiun Padalarang (terhubung dengan kereta cepat dan KA lokal)
Stasiun Cimahi
Stasiun Bandung (pusat integrasi utama)
Stasiun Kiaracondong
Stasiun Rancaekek
Stasiun Cicalengka
Pada tahap awal, jalur ini akan menggunakan sistem listrik aliran atas (LAA) yang serupa dengan KRL Jabodetabek. Nantinya, proyek ini juga akan dilengkapi dengan sistem sinyal otomatis dan area park-and-ride di sejumlah stasiun utama untuk mendukung konsep transit oriented development (TOD).
Rencananya, pembangunan fisik akan dimulai pada awal 2025, setelah seluruh proses studi kelayakan dan pengadaan lahan selesai. Pemerintah menargetkan uji coba operasi dapat dimulai pada pertengahan 2027, bersamaan dengan selesainya pembangunan infrastruktur pendukung.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Kehadiran KRL Bandung Raya diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan kemacetan yang selama ini melanda kawasan Bandung dan sekitarnya, terutama di jalur menuju Lembang, Cimahi, dan Rancaekek.
Selain itu, proyek ini juga diyakini akan memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar jalur kereta. Peningkatan mobilitas, efisiensi waktu tempuh, dan akses ke pusat ekonomi akan membuka peluang baru di sektor properti, pariwisata, dan UMKM.
Dari sisi lingkungan, penggunaan KRL yang berbasis listrik akan membantu menurunkan emisi karbon secara signifikan. Kemenhub memperkirakan, beroperasinya KRL Bandung Raya dapat mengurangi hingga 30% volume kendaraan pribadi di jalan raya.
Integrasi dengan Kereta Cepat dan LRT
Menariknya, jalur KRL Bandung Raya juga akan terhubung langsung dengan kereta cepat Whoosh di Stasiun Padalarang. Dengan sistem integrasi tiket dan jadwal perjalanan, penumpang dari Jakarta nantinya bisa langsung melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Bandung tanpa harus berpindah moda secara rumit.
Selain itu, pemerintah daerah juga sedang mengkaji kemungkinan pengembangan LRT Bandung Metropolitan, yang akan menjadi pelengkap jaringan KRL. Kedua moda transportasi ini dirancang untuk mendukung visi pemerintah menjadikan Bandung Raya sebagai salah satu kota modern berbasis transportasi hijau di Indonesia.
Dukungan dan Antusiasme Masyarakat
Warga Bandung menyambut positif proyek ini. Banyak yang berharap, kehadiran KRL dapat memberikan alternatif transportasi yang cepat, aman, dan terjangkau. “Kalau benar jadi, ini akan sangat membantu kami yang tiap hari harus bolak-balik dari Rancaekek ke pusat kota. Macetnya sudah luar biasa,” ujar Dedi, seorang pekerja asal Cicalengka.
Pemerintah daerah Jawa Barat bersama PT KAI kini terus berkoordinasi untuk mempercepat proses perencanaan dan memastikan proyek berjalan sesuai jadwal.
Dengan hadirnya KRL Bandung Raya pada tahun 2027, wajah transportasi Jawa Barat dipastikan akan berubah drastis. Bandung pun siap menyusul Jakarta sebagai kota dengan sistem transportasi massal modern yang terintegrasi dan ramah lingkungan.
Kata Kunci: KRL Bandung Raya, Transportasi Massal Jawa Barat, Proyek Kemenhub, Rute Padalarang Cicalengka, Pembangunan 2027
Frasa Khusus:
Berita ini disusun secara mendalam oleh Gelanggang News, media independen yang menghadirkan liputan terpercaya seputar pembangunan nasional dan inovasi transportasi Indonesia.
Baca berita menarik lainnya hanya di www.gelanggangnews.com

