Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Aktivis Greta Thunberg Dideportasi Israel ke Yunani

ByAdmin Gelanggang

Oct 7, 2025

Tel Aviv – Aktivis lingkungan internasional Greta Thunberg kembali menjadi sorotan setelah pihak otoritas Israel memutuskan untuk mendeportasinya ke Yunani. Langkah ini diambil usai Greta ikut serta dalam aksi protes menentang operasi militer Israel di Gaza serta kebijakan pemerintah yang dianggap merusak lingkungan dan melanggar hak asasi manusia.

Peristiwa deportasi ini terjadi pada awal Oktober 2025, beberapa hari setelah Greta ikut menghadiri demonstrasi besar di Tel Aviv. Dalam aksinya, ia menyerukan penghentian serangan di Gaza dan menuntut Israel untuk menghormati hukum internasional. Polisi Israel kemudian menangkap Greta bersama sejumlah aktivis lokal maupun internasional dengan alasan mengganggu ketertiban umum.

Penjelasan dari Pemerintah Israel

Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Israel, David Cohen, menegaskan bahwa deportasi Greta merupakan langkah sesuai aturan hukum. “Setiap warga asing yang melakukan tindakan mengganggu keamanan nasional berhak kami keluarkan dari wilayah Israel. Greta Thunberg tidak dilarang masuk permanen, tetapi saat ini ia harus meninggalkan Israel,” kata Cohen.

Pemerintah Israel juga menilai aksi Greta tidak lagi murni terkait isu lingkungan, melainkan telah bercampur dengan agenda politik yang bisa memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Respons Greta Thunberg

Setelah dipulangkan ke Yunani, Greta menyampaikan pernyataan melalui akun media sosialnya. Ia menegaskan bahwa deportasi tidak akan menghentikan perjuangannya.
“Saya datang ke Israel untuk menyuarakan keadilan, baik untuk lingkungan maupun untuk rakyat Palestina. Deportasi ini hanyalah bentuk pembungkaman, tetapi suara kami akan terus bergema,” tulisnya.

Greta juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para aktivis lokal yang mendukung perjuangan damai dan menegaskan bahwa solidaritas internasional sangat dibutuhkan saat ini.

Reaksi Dunia Internasional

Kasus deportasi Greta langsung menuai perhatian dunia. Sejumlah organisasi HAM internasional mengecam tindakan Israel, menyebutnya sebagai upaya membungkam kritik. Amnesty International menilai bahwa langkah ini akan memperburuk citra Israel di mata komunitas global.

Sementara itu, pemerintah Yunani yang menerima kedatangan Greta menyatakan kesiapan untuk memberikan perlindungan sementara. “Kami menghormati hak setiap aktivis untuk menyuarakan pendapatnya secara damai,” ujar Menteri Luar Negeri Yunani.

Aktivisme yang Konsisten

Greta Thunberg dikenal sebagai ikon gerakan lingkungan sejak berusia remaja. Meski fokus awalnya pada isu krisis iklim, dalam beberapa tahun terakhir ia semakin sering menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan kemanusiaan. Baginya, isu lingkungan dan hak asasi manusia adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.

Deportasi ini menambah panjang daftar kontroversi yang dihadapi Greta di berbagai negara. Namun, dukungan terhadapnya terus mengalir dari kalangan masyarakat sipil, organisasi lingkungan, dan aktivis HAM di seluruh dunia.

Penegasan Komitmen Global

Para pengamat menilai, tindakan Israel justru berpotensi memperkuat simpati global terhadap Greta. Aksinya di Israel dianggap sebagai bentuk nyata bahwa aktivisme lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial dan politik internasional.

Dengan peristiwa ini, Greta Thunberg kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu suara paling berpengaruh di dunia untuk perubahan iklim, keadilan sosial, dan perdamaian global.


Info berita selengkapnya hanya di 👉 www.gelanggangnews.com