Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Bank Indonesia Buka Suara soal Viral BI Telah Jual 11 Ton Emas

ByAdmin Gelanggang

Oct 7, 2025

Jakarta – Isu mengejutkan kembali menyeruak di media sosial. Kali ini, kabar viral menyebutkan bahwa Bank Indonesia (BI) telah menjual 11 ton emas dari cadangan negara. Informasi tersebut sontak menghebohkan publik karena menimbulkan spekulasi terkait kondisi keuangan nasional. Banyak warganet yang mempertanyakan kebenaran kabar itu, bahkan sebagian mengaitkannya dengan situasi ekonomi global yang tengah bergejolak.

Menanggapi hal tersebut, pihak Bank Indonesia akhirnya buka suara. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Erwin Haryono, menegaskan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai fakta. Menurutnya, cadangan emas milik Indonesia masih dalam kondisi aman dan tidak ada penjualan dalam jumlah besar sebagaimana disebutkan dalam isu yang beredar.

“Bank Indonesia ingin menegaskan bahwa kabar mengenai penjualan 11 ton emas adalah informasi menyesatkan. Cadangan devisa kita, termasuk emas, dikelola dengan hati-hati dan sesuai dengan prinsip kehati-hatian internasional,” jelas Erwin dalam keterangan persnya, Senin (6/10/2025).

Kondisi Cadangan Devisa Indonesia

BI juga merinci bahwa posisi cadangan devisa Indonesia hingga akhir September 2025 tercatat sebesar 143,5 miliar dolar AS. Jumlah ini, menurut BI, masih cukup kuat untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah serta pembiayaan impor, termasuk kewajiban pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Cadangan emas yang menjadi bagian dari devisa negara, ditegaskan Erwin, tidak mengalami pengurangan signifikan. “Kami secara rutin melakukan pengelolaan portofolio cadangan devisa, namun tidak ada penjualan emas dalam jumlah yang disebutkan. Itu adalah hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.

Respons Publik dan Dampak di Pasar

Kabar penjualan emas ini sempat membuat keresahan di pasar, terutama di kalangan investor domestik. Beberapa hari terakhir, harga emas batangan di dalam negeri mengalami fluktuasi kecil akibat rumor tersebut. Namun, setelah klarifikasi resmi BI keluar, kondisi pasar mulai kembali stabil.

Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia, Bhima Yudhistira, menilai kabar seperti ini bisa berdampak buruk jika tidak segera diluruskan. “Emas adalah instrumen penting dalam cadangan devisa. Jika masyarakat percaya bahwa BI menjual emas dalam jumlah besar, bisa menimbulkan spekulasi negatif terhadap rupiah dan menekan kepercayaan investor. Untungnya BI segera mengklarifikasi,” ungkapnya.

Fenomena Hoaks Ekonomi

Fenomena beredarnya isu BI menjual emas menunjukkan semakin maraknya penyebaran informasi hoaks di bidang ekonomi. Bank Indonesia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi dari media sosial, terutama yang belum terverifikasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk selalu mengecek kebenaran informasi melalui kanal resmi BI atau lembaga berwenang lainnya. Jangan mudah terpancing isu yang dapat merugikan stabilitas ekonomi nasional,” kata Erwin.

Stabilitas Tetap Terjaga

Sejauh ini, BI memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih solid. Cadangan devisa yang stabil, inflasi yang terkendali, serta nilai tukar rupiah yang relatif terjaga menjadi indikator bahwa perekonomian nasional tidak sedang menghadapi masalah serius.

Pemerintah dan BI juga menegaskan akan terus menjaga koordinasi dalam menjaga stabilitas makroekonomi di tengah ketidakpastian global, termasuk potensi gejolak dari perang dagang, harga energi, dan suku bunga global.

Dengan klarifikasi resmi ini, publik diharapkan tidak lagi terpengaruh oleh kabar menyesatkan yang dapat memicu kepanikan. BI menegaskan kembali bahwa tidak ada penjualan 11 ton emas, dan cadangan devisa Indonesia tetap dalam kondisi aman serta mampu menopang kebutuhan ekonomi nasional.


Info berita selengkapnya hanya di 👉 www.gelanggangnews.com