SOLO – Dunia pendidikan kembali menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan dunia digital. Sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Solo, Jawa Tengah, mengambil langkah unik dengan menjadikan Roblox sebagai ekstrakurikuler (ekskul) resmi bagi siswanya. Namun, kegiatan ini hanya dibuka untuk anak SMP, bukan untuk jenjang pendidikan lain seperti SD atau SMA.
Kegiatan ekstrakurikuler yang mengusung game populer Roblox ini tidak semata-mata berfokus pada permainan, tetapi diarahkan sebagai sarana edukatif. Para siswa diajarkan membuat game, mendesain karakter, dan mengenal dasar-dasar pemrograman serta ekonomi digital melalui platform tersebut. Kebijakan ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua, pendidik, dan netizen.
Penggagas program ini menjelaskan bahwa Roblox dijadikan ekskul di Solo, tapi hanya untuk anak SMP karena pada usia tersebut siswa dianggap telah memiliki kemampuan berpikir kritis dan kontrol diri yang lebih baik dalam menggunakan teknologi secara produktif. Pihak sekolah juga menekankan bahwa pengawasan ketat diterapkan dalam setiap sesi kegiatan untuk mencegah penyalahgunaan dan menjaga fokus pembelajaran.
Dengan Roblox dijadikan ekskul di Solo, sekolah berharap siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga kreator. Para peserta ekskul diajak untuk berpikir inovatif, bekerja sama dalam tim, dan memahami potensi dunia digital sebagai peluang karier di masa depan. Keputusan ini menjadi langkah awal dalam memadukan hiburan dan pendidikan secara seimbang.
Meski begitu, pembatasan hanya untuk jenjang SMP juga menuai pro dan kontra. Sebagian kalangan menilai bahwa anak SD pun bisa dilibatkan dengan pendekatan yang sesuai, sementara lainnya mengapresiasi kebijakan ini sebagai langkah preventif untuk menjaga fokus usia dini. Namun, sekolah tetap menegaskan bahwa Roblox dijadikan ekskul di Solo, tapi hanya untuk anak SMP demi memastikan efektivitas kegiatan dan keamanan siswa dalam penggunaan platform digital.

Sejauh ini, animo siswa terhadap ekskul ini cukup tinggi. Pendaftaran langsung penuh dalam waktu singkat, dan sejumlah siswa bahkan telah berhasil membuat game mereka sendiri di Roblox Studio. Pihak sekolah juga menjajaki kemungkinan mengadakan pameran atau kompetisi antar siswa untuk menampilkan karya-karya digital mereka.
Langkah inovatif ini disebut-sebut dapat menjadi contoh bagi sekolah lain yang ingin mengintegrasikan teknologi digital secara bijak dalam kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, diperlukan evaluasi berkala serta pelibatan aktif orang tua agar kegiatan ini tetap berada dalam koridor pendidikan yang sehat.
Secara umum, Roblox dijadikan ekskul di Solo, tapi hanya untuk anak SMP adalah contoh nyata bagaimana dunia pendidikan terus bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Jika diterapkan dengan tepat, pendekatan ini dapat membuka peluang besar bagi siswa dalam memahami dunia teknologi secara lebih dalam dan bertanggung jawab.
GELANGGANG NEWS
📌 www.gelanggangnews.com

