Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Jokowi Sebut Purbaya Beda Mazhab dengan Sri Mulyani

ByAdmin Gelanggang

Sep 13, 2025

Jakarta, GELANGGANG NEWS – Mantan Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyoroti gaya kepemimpinan Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dinilainya berbeda dengan pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati. Menurut Jokowi, Purbaya membawa mazhab ekonomi yang lebih populis, sementara Sri Mulyani dikenal dengan pendekatan fiskal yang ketat dan berhati-hati.

Pernyataan Jokowi sebut Purbaya beda mazhab dengan Sri Mulyani muncul dalam sebuah wawancara terbatas di kediamannya, Jakarta, pada Jumat (12/9). Jokowi menjelaskan bahwa perubahan gaya kepemimpinan di Kementerian Keuangan diharapkan mampu menjawab tantangan ekonomi yang berkembang, terutama terkait daya beli masyarakat dan tekanan global.

“Purbaya ini beda mazhab dengan Bu Sri. Kalau Bu Sri sangat ketat menjaga defisit, Purbaya lebih longgar dalam memberi ruang fiskal untuk mendorong pertumbuhan,” ujar Jokowi. Ia menambahkan, meskipun berbeda, keduanya tetap memiliki visi yang sama: menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Isu Jokowi sebut Purbaya beda mazhab dengan Sri Mulyani mendapat perhatian publik karena transisi kepemimpinan ini terjadi di tengah situasi ekonomi yang penuh tekanan. Pergantian menteri keuangan dinilai sebagai langkah strategis Presiden Prabowo Subianto untuk menyesuaikan kebijakan fiskal dengan kebutuhan politik dan sosial.

Ekonom dari Universitas Indonesia, Faisal Basri, menilai perbedaan mazhab ekonomi tersebut akan berdampak signifikan terhadap arah kebijakan negara. “Sri Mulyani dikenal disiplin menjaga rasio utang, sementara Purbaya lebih akomodatif terhadap program populis. Ini akan menentukan arah APBN 2026 yang kemungkinan besar direvisi,” jelasnya.

Sementara itu, kalangan pengusaha menilai perbedaan gaya ini bisa membawa angin segar. Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menyebut Purbaya lebih terbuka pada aspirasi dunia usaha. Namun, ia mengingatkan agar fleksibilitas fiskal tidak menimbulkan risiko fiskal jangka panjang.

Dalam konteks politik, pernyataan Jokowi sebut Purbaya beda mazhab dengan Sri Mulyani juga dianggap sebagai sinyal bahwa Jokowi masih memainkan peran penting dalam dinamika ekonomi nasional. Walaupun sudah tidak menjabat, pengaruhnya terhadap arah kebijakan tetap kuat, terutama karena ia kerap memberikan pandangan terbuka terhadap isu strategis.

Di sisi lain, Sri Mulyani belum banyak memberikan komentar terkait pergantian ini. Namun, ia sebelumnya menekankan pentingnya menjaga kredibilitas fiskal Indonesia di mata investor internasional. Beberapa analis menilai, kepergian Sri Mulyani akan menyisakan tantangan bagi Purbaya dalam mempertahankan kepercayaan pasar.

Bagi masyarakat, perbedaan mazhab antara Purbaya dan Sri Mulyani akan terlihat nyata pada program-program bantuan sosial, subsidi, serta pembiayaan infrastruktur. Publik kini menanti langkah pertama Purbaya dalam menyusun ulang prioritas anggaran, khususnya menghadapi kenaikan harga pangan dan energi.

Pernyataan Jokowi sebut Purbaya beda mazhab dengan Sri Mulyani menegaskan bahwa arah kebijakan ekonomi Indonesia tengah memasuki babak baru. Perbedaan gaya ini akan diuji dalam menghadapi tantangan global, mulai dari perlambatan ekonomi dunia, fluktuasi harga komoditas, hingga ketegangan geopolitik yang berpengaruh pada pasar domestik.


Baca berita nasional lainnya di www.gelanggangnews.com