Moskow, GELANGGANG NEWS — Fenomena langit langka terjadi pada Selasa malam (9/9), ketika penampakan Bulan memerah saat gerhana hiasi langit Rusia dan menyita perhatian masyarakat serta pengamat astronomi di berbagai wilayah negara tersebut. Fenomena ini merupakan bagian dari gerhana bulan total yang berlangsung selama kurang lebih satu jam dan dapat disaksikan secara jelas di wilayah Eropa Timur, termasuk Rusia.
Menurut Badan Antariksa Rusia (Roscosmos), gerhana bulan kali ini dimulai sekitar pukul 22.30 waktu Moskow dan mencapai puncaknya pada pukul 23.14. Pada fase puncak inilah penampakan Bulan memerah saat gerhana terlihat paling dramatis, menghasilkan efek visual yang dijuluki “Blood Moon” atau Bulan Darah.
Ahli astronomi dari Moscow Planetarium, Dr. Elena Kozlova, menjelaskan bahwa warna merah pada Bulan saat gerhana total disebabkan oleh pembiasan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. “Cahaya merah adalah panjang gelombang yang paling kuat menembus atmosfer, sehingga saat Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, warna ini memantul ke permukaan Bulan,” jelasnya.
Warga di berbagai kota besar seperti Moskow, St. Petersburg, dan Kazan dilaporkan keluar rumah dan mengabadikan momen penampakan Bulan memerah saat gerhana hiasi langit Rusia. Banyak di antaranya membagikan foto dan video di media sosial, menjadikan tagar #BloodMoonRussia sempat menjadi tren global.
Fenomena penampakan Bulan memerah saat gerhana ini tergolong cukup langka karena tidak terjadi setiap tahun. Selain itu, cuaca cerah di sebagian besar wilayah Rusia membuat pemandangan malam itu menjadi lebih sempurna. Observatorium lokal bahkan membuka akses gratis bagi masyarakat umum yang ingin menyaksikan gerhana melalui teleskop.

Roscosmos menyebutkan bahwa gerhana bulan total berikutnya yang dapat disaksikan di wilayah Rusia diperkirakan baru akan terjadi kembali pada tahun 2029. Oleh karena itu, banyak astronom amatir maupun profesional memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan pengamatan dan dokumentasi ilmiah.
Beberapa sekolah dan universitas di Moskow bahkan mengadakan kegiatan edukatif malam hari untuk para siswa, memanfaatkan penampakan Bulan memerah saat gerhana sebagai sarana pembelajaran astronomi secara langsung. “Ini cara efektif untuk memperkenalkan ilmu astronomi kepada generasi muda,” kata Anton Ivanov, guru fisika dari salah satu sekolah menengah di Moskow.
Selain di Rusia, gerhana ini juga dapat diamati sebagian di Eropa Timur, Asia Barat, dan sebagian wilayah Asia Tengah. Namun, intensitas dan durasi penampakan Bulan memerah berbeda-beda tergantung kondisi atmosfer dan lokasi geografis pengamat.
Untuk informasi terbaru mengenai fenomena astronomi lainnya dan perkembangan sains di seluruh dunia, kunjungi situs resmi kami di www.gelanggangnews.com.






