Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

AS-Venezuela Makin Panas, Presiden Maduro Peringatkan Perang Habis-habisan

ByAdmin Gelanggang

Sep 3, 2025

Caracas – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela kembali meningkat tajam. Dalam pernyataan terbarunya, Presiden Nicolas Maduro menegaskan bahwa AS-Venezuela makin panas, Presiden Maduro peringatkan perang habis-habisan jika Washington terus mencampuri urusan dalam negeri negaranya.

Maduro menuding AS berupaya menjatuhkan pemerintahannya melalui sanksi ekonomi, dukungan terhadap oposisi, hingga manuver politik di kawasan Amerika Latin. Ia menegaskan bahwa rakyat Venezuela siap mempertahankan kedaulatan mereka meski harus menghadapi konflik berskala besar.

“Venezuela tidak akan pernah tunduk pada tekanan asing. Jika diperlukan, kami siap menghadapi perang habis-habisan,” ujar Maduro dalam pidato yang disiarkan televisi nasional. Pernyataan keras ini membuat situasi AS-Venezuela makin panas, Presiden Maduro peringatkan perang habis-habisan menjadi sorotan dunia internasional.

Pemerintah AS menanggapi dengan menyebut langkah Maduro sebagai upaya mengalihkan perhatian dari krisis domestik. Washington menegaskan akan terus menekan Caracas terkait isu pelanggaran HAM, korupsi, dan lemahnya demokrasi di negara tersebut.

Hubungan kedua negara memang tidak pernah benar-benar membaik sejak era Presiden Hugo Chavez. Sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS sejak 2017 semakin memperburuk kondisi ekonomi Venezuela, termasuk inflasi tinggi, kelangkaan pangan, hingga eksodus jutaan warganya ke luar negeri. Meski begitu, pemerintah Venezuela tetap mengklaim memiliki dukungan kuat dari rakyat.

Para analis menilai bahwa ketegangan terbaru ini berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan. Venezuela, dengan cadangan minyak terbesar di dunia, memiliki posisi strategis yang membuat setiap langkah politiknya menjadi perhatian global. Apalagi, Caracas kini juga mempererat hubungan dengan Rusia, Tiongkok, dan Iran sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan Barat.

Fenomena AS-Venezuela makin panas, Presiden Maduro peringatkan perang habis-habisan juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara tetangga. Beberapa pemimpin Amerika Latin mendesak agar konflik tidak berkembang menjadi konfrontasi militer, melainkan diselesaikan melalui jalur diplomasi.

Maduro sendiri menegaskan bahwa Venezuela selalu terbuka untuk dialog, namun menolak segala bentuk intervensi asing. “Kami menghormati diplomasi, tetapi jika kedaulatan kami diinjak, rakyat Venezuela akan berdiri di garis depan,” ucapnya.

Sejumlah pengamat memperkirakan ketegangan AS-Venezuela akan terus berlangsung dalam jangka panjang. Selama kepentingan geopolitik dan ekonomi masih bersinggungan, kedua negara sulit menemukan titik kompromi.

Peringatan Maduro ini bukan hanya pesan kepada Washington, tetapi juga peringatan bagi komunitas internasional bahwa konflik bisa berkembang menjadi krisis lebih besar. Oleh karena itu, upaya mediasi dari organisasi regional maupun PBB dinilai sangat diperlukan.

Dengan situasi AS-Venezuela makin panas, Presiden Maduro peringatkan perang habis-habisan, dunia kini menunggu langkah selanjutnya dari kedua negara. Apakah mereka akan tetap berada di jalur konfrontasi, atau membuka ruang bagi diplomasi demi mencegah eskalasi lebih jauh.

Baca berita politik internasional lainnya di: www.gelanggangnews.com