Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Poros Penantang Dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un

ByAdmin Gelanggang

Sep 3, 2025

Beijing – Dalam beberapa tahun terakhir, konstelasi geopolitik dunia semakin jelas memperlihatkan terbentuknya poros penantang dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un. Tiga pemimpin tersebut kerap menunjukkan sikap tegas terhadap Amerika Serikat dan sekutunya, baik melalui kebijakan luar negeri maupun aliansi strategis.

Xi Jinping dari Tiongkok, Vladimir Putin dari Rusia, dan Kim Jong Un dari Korea Utara dianggap sebagai tokoh sentral yang mencoba mengimbangi kekuatan blok Barat. Mereka sama-sama menolak dominasi sistem internasional yang didorong negara-negara Barat, terutama dalam bidang ekonomi, pertahanan, dan diplomasi global.

Kemunculan poros penantang dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un tidak bisa dilepaskan dari dinamika konflik global, seperti perang di Ukraina, ketegangan di Semenanjung Korea, hingga persaingan dagang dan teknologi antara Tiongkok dan Amerika Serikat. Situasi ini memperlihatkan bagaimana ketiga negara tersebut membangun citra sebagai penyeimbang di tengah tatanan dunia yang multipolar.

Beberapa kali, ketiganya menunjukkan kedekatan melalui pertemuan bilateral maupun forum internasional. Rusia dan Tiongkok, misalnya, terus memperkuat kerja sama energi, militer, serta perdagangan. Di sisi lain, Korea Utara mendapatkan dukungan politik dari Moskow dan Beijing dalam menghadapi tekanan sanksi internasional. Hal ini semakin menegaskan keberadaan poros penantang dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un sebagai blok politik alternatif.

Para pengamat menilai, kolaborasi antara ketiga negara ini tidak hanya sekadar simbolik. Rusia, dengan sumber daya energi yang besar, Tiongkok sebagai kekuatan ekonomi kedua dunia, dan Korea Utara yang dikenal memiliki kemampuan militer strategis, membentuk kombinasi unik yang bisa memengaruhi stabilitas kawasan maupun global.

Meski begitu, hubungan mereka tidak sepenuhnya tanpa tantangan. Perbedaan kepentingan nasional tetap ada, terutama terkait pengaruh regional. Namun, ketiganya sama-sama memiliki kepentingan dalam menghadapi tekanan dari Barat, sehingga kerja sama yang bersifat pragmatis masih terus berlanjut.

Di tingkat internasional, keberadaan poros penantang dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un menimbulkan respons beragam. Negara-negara Barat melihat aliansi ini sebagai ancaman terhadap sistem global berbasis aturan. Sementara sebagian negara berkembang justru melihatnya sebagai peluang untuk menyeimbangkan kekuatan geopolitik.

Beberapa analis juga memperingatkan bahwa ketegangan geopolitik akibat blok-blok yang saling berhadapan dapat memicu konflik berkepanjangan. Oleh sebab itu, peran diplomasi internasional sangat penting untuk menjaga agar rivalitas tidak berubah menjadi konfrontasi terbuka.

Ke depan, posisi poros penantang dominasi Barat: Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong Un diperkirakan akan semakin menonjol, terutama jika hubungan mereka terus diperkuat dalam bidang militer dan ekonomi. Hal ini akan menjadi faktor utama yang membentuk arah geopolitik dunia dalam dekade mendatang.

Baca berita geopolitik terbaru lainnya di: www.gelanggangnews.com