GELANGGANG NEWS – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencetak rekor baru. Pada perdagangan Senin (2/9/2025), harga emas Antam melonjak Rp32 ribu jadi Rp2,09 juta per gram. Kenaikan ini merupakan salah satu lonjakan harian terbesar sepanjang tahun, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap instrumen investasi emas di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Berdasarkan data logam mulia Antam, harga beli emas per gram kini berada di level Rp2.090.000. Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga naik signifikan menjadi Rp1.920.000 per gram, setelah mengalami kenaikan Rp30 ribu dari posisi sebelumnya.
Kenaikan tajam harga emas Antam melonjak Rp32 ribu jadi Rp2,09 juta per gram dipengaruhi oleh pergerakan harga emas dunia yang terus menguat. Di pasar internasional, emas diperdagangkan di kisaran USD 2.570 per troy ounce, didorong oleh melemahnya dolar AS serta meningkatnya permintaan sebagai aset lindung nilai (safe haven).
Faktor Pendorong Kenaikan
Pengamat pasar komoditas menilai, penguatan harga emas Antam tidak lepas dari eskalasi geopolitik dan sinyal penurunan suku bunga The Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat investor global beralih ke emas sebagai aset aman.
“Emas kembali menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian global. Kenaikan di pasar dunia otomatis berdampak pada harga emas domestik, sehingga wajar bila harga emas Antam melonjak Rp32 ribu jadi Rp2,09 juta per gram,” ujar analis komoditas, Budi Santosa.

Selain faktor global, tingginya permintaan emas di dalam negeri, baik untuk investasi maupun perhiasan, ikut mendorong harga naik. Menurut catatan Antam, penjualan logam mulia tetap stabil meskipun harga semakin tinggi.
Dampak bagi Investor
Bagi investor jangka panjang, kenaikan harga emas ini dianggap sebagai kabar baik karena nilai aset mereka bertambah. Namun, bagi masyarakat yang baru ingin membeli emas, lonjakan harga menjadi tantangan tersendiri.
“Investor perlu bijak dalam menentukan waktu masuk. Meski harga tinggi, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang aman terhadap inflasi,” jelas Budi.
Kenaikan harga emas Antam melonjak Rp32 ribu jadi Rp2,09 juta per gram juga berpotensi meningkatkan minat masyarakat pada produk tabungan emas atau cicilan emas yang kini banyak ditawarkan perbankan dan lembaga keuangan.
Prospek ke Depan
Sejumlah analis memperkirakan harga emas akan tetap berada di tren naik hingga akhir tahun, meski potensi koreksi tetap ada. Jika ketidakpastian global berlanjut, harga emas dunia bisa menembus level USD 2.600 per troy ounce, yang berarti harga emas domestik berpotensi kembali mencetak rekor baru.
“Selama kondisi geopolitik dan ekonomi dunia belum stabil, emas akan terus diminati sebagai aset aman. Potensi kenaikan lanjutan masih terbuka,” tambah Budi.
Dengan kondisi ini, para investor diimbau untuk memantau perkembangan harga secara berkala dan menyesuaikan strategi investasi.
Untuk berita ekonomi dan investasi lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

