Jakarta – Pemberian tanda kehormatan negara kembali menjadi sorotan publik setelah sejumlah tokoh menerima Bintang Mahaputera dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Penganugerahan ini bertajuk “Bertabur Bintang Mahaputera dari Prabowo! Untuk Adik Kandung, Jenderal hingga Pengusaha”, mengingat penerimanya mencakup berbagai kalangan elit dari militer, pejabat tinggi negara, hingga keluarga dekat sang menteri.
Upacara penyematan tanda jasa itu digelar secara resmi di lingkungan Kementerian Pertahanan menjelang perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam sambutannya, Prabowo menyebut pemberian Bintang Mahaputera ini sebagai bentuk penghargaan atas jasa luar biasa para penerima terhadap negara, khususnya dalam sektor pertahanan, diplomasi, dan ekonomi nasional.
Menariknya, dalam daftar penerima terdapat nama-nama yang langsung menarik perhatian publik. Salah satunya adalah Hashim Djojohadikusumo, adik kandung Prabowo, yang dikenal sebagai pengusaha dan filantropis. Ia menerima penghargaan atas kontribusinya di bidang ekonomi dan bantuan strategis dalam pengembangan program pertahanan nasional. Hal ini pun memperkuat kesan bahwa momen “Bertabur Bintang Mahaputera dari Prabowo! Untuk Adik Kandung, Jenderal hingga Pengusaha” sarat dengan simbol kekuatan jejaring personal dan profesional.
Selain Hashim, sejumlah perwira tinggi TNI juga menerima penghargaan serupa. Di antaranya adalah beberapa jenderal aktif dan purnawirawan yang pernah menjabat posisi penting di institusi pertahanan. Pemberian tanda kehormatan ini disebut sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
Dari kalangan sipil, beberapa tokoh pengusaha ternama juga tercatat sebagai penerima. Mereka dinilai telah berkontribusi melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Pertahanan, terutama dalam pembangunan industri pertahanan dalam negeri.

Pemberian tanda jasa yang terangkum dalam momen Bertabur Bintang Mahaputera dari Prabowo! Untuk Adik Kandung, Jenderal hingga Pengusaha ini menuai beragam respons dari masyarakat. Sebagian memuji langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap individu yang berperan besar di balik layar. Namun, tak sedikit pula yang mempertanyakan unsur transparansi dan kriteria penentuan penerima.
Terlepas dari itu, penghargaan Bintang Mahaputera memang secara hukum merupakan hak prerogatif Presiden yang pelaksanaannya dapat dilimpahkan ke kementerian tertentu, dalam hal ini Kementerian Pertahanan. Penganugerahan ini juga rutin dilakukan setiap tahun menjelang peringatan Hari Kemerdekaan.
Dengan semakin banyaknya tokoh yang menerima tanda kehormatan tahun ini, publik diingatkan kembali akan pentingnya menjaga integritas dalam pemberian penghargaan negara. Momentum Bertabur Bintang Mahaputera dari Prabowo! Untuk Adik Kandung, Jenderal hingga Pengusaha sekaligus menjadi refleksi bagaimana kekuasaan, prestasi, dan jaringan dapat berkelindan dalam dinamika politik nasional.
Untuk informasi dan perkembangan berita terbaru lainnya, kunjungi:
👉 www.gelanggangnews.com

