Jakarta – Kolaborasi keuangan antara Indonesia dan Tiongkok memasuki babak baru. Bank Indonesia & China mulai uji coba pembayaran QRIS lintas negara, sebuah langkah strategis yang bertujuan untuk memudahkan transaksi digital antarnegara melalui sistem kode respons cepat (QR Code).
Langkah ini diumumkan secara resmi oleh Bank Indonesia (BI) pada awal Agustus 2025, menyusul kesepakatan bilateral dengan People’s Bank of China (PBOC) yang telah dijalin sejak 2023. Uji coba ini memungkinkan warga negara Indonesia dan Tiongkok melakukan transaksi ritel menggunakan QRIS dan sistem QR Code domestik milik Tiongkok, termasuk WeChat Pay dan Alipay.
“Dengan uji coba ini, kami ingin membuktikan bahwa sistem pembayaran lintas negara bisa berjalan cepat, aman, dan efisien,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers. Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia & China mulai uji coba pembayaran QRIS lintas negara sebagai bagian dari upaya regionalisasi sistem pembayaran digital.
Dalam tahap awal, uji coba difokuskan di beberapa kota besar seperti Jakarta, Bali, dan Shenzhen. Transaksi dilakukan di sektor ritel, terutama toko-toko yang melayani turis mancanegara. Wisatawan asal Tiongkok kini bisa menggunakan aplikasi dompet digital mereka untuk membayar barang dan jasa di Indonesia tanpa perlu menukar mata uang terlebih dahulu.

Sebaliknya, wisatawan Indonesia yang bepergian ke Tiongkok dapat memindai QR Code di toko-toko lokal menggunakan aplikasi yang mendukung QRIS. Sistem akan secara otomatis mengonversi mata uang sesuai kurs yang berlaku saat itu. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan perdagangan antarnegara.
Peluncuran uji coba ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama digital lintas batas. Fakta bahwa Bank Indonesia & China mulai uji coba pembayaran QRIS lintas negara mendapat sambutan positif dari pelaku industri, termasuk sektor UMKM dan e-commerce.
Menurut laporan dari Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), potensi transaksi lintas negara melalui QRIS diperkirakan mencapai triliunan rupiah setiap tahun. Dengan integrasi ini, Indonesia menjadi negara ASEAN pertama yang menjalankan uji coba pembayaran QR lintas batas dengan Tiongkok.
Pemerintah berharap uji coba ini akan berlanjut ke tahap implementasi penuh pada akhir 2026, mencakup lebih banyak sektor dan kawasan. Selain Tiongkok, BI juga sedang menjajaki kerja sama serupa dengan negara-negara lain di Asia, seperti Jepang, Korea Selatan, dan India.
Jika berhasil, kolaborasi ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam sistem keuangan digital global. Ke depan, model serupa dapat menjadi standar baru dalam transaksi internasional yang lebih inklusif dan efisien.
Untuk informasi terbaru terkait kerja sama digital dan sistem pembayaran lintas negara, ikuti terus pemberitaan dari www.gelanggangnews.com.

