Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Ribuan Mantan Pilot Angkatan Udara Israel Demo Tolak Perang Gaza

ByAdmin Gelanggang

Aug 15, 2025

Gelanggang News — Aksi demonstrasi besar-besaran kembali terjadi di Tel Aviv pada akhir pekan ini. Kali ini, ribuan mantan pilot Angkatan Udara Israel demo tolak perang Gaza, menyuarakan keprihatinan atas eskalasi kekerasan yang terus berlangsung di wilayah tersebut. Para mantan personel militer itu menyuarakan seruan damai dan menyerukan pemerintah agar segera menghentikan operasi militer di Gaza.

Unjuk rasa ini menjadi salah satu bentuk penolakan paling tegas dari kalangan militer pensiunan terhadap kebijakan perang yang diterapkan pemerintah Israel. Para mantan pilot, yang sebagian besar pernah bertugas dalam operasi-operasi strategis masa lalu, membawa spanduk bertuliskan “Pilot untuk Perdamaian” dan “Kami Pernah Terbang untuk Menjaga, Bukan Menghancurkan.”

Aksi ribuan mantan pilot Angkatan Udara Israel demo tolak perang Gaza berlangsung dengan tertib, namun sarat pesan moral. Mereka berkumpul di sekitar Gedung Kementerian Pertahanan dan menyampaikan orasi-orasi damai. Banyak di antara mereka yang menyatakan bahwa pengalaman militer justru membuat mereka sadar akan pentingnya penyelesaian konflik secara diplomatik, bukan kekerasan.

“Sebagai mantan prajurit, kami tahu betul harga dari sebuah perang. Kami tidak ingin melihat generasi berikutnya hidup dalam siklus kekerasan yang tak berujung,” ujar salah satu pensiunan kolonel AU Israel yang enggan disebut namanya. Ia juga menambahkan bahwa operasi militer saat ini hanya menimbulkan penderitaan warga sipil, baik di Gaza maupun Israel.

Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan dari dalam negeri terhadap pemerintah Israel semakin meningkat. Sejumlah kalangan sipil, akademisi, dan kelompok hak asasi manusia juga menyerukan agar perang dihentikan. Aksi ribuan mantan pilot Angkatan Udara Israel demo tolak perang Gaza menambah panjang daftar pihak yang menolak pendekatan militer dalam menyelesaikan konflik dengan kelompok Hamas di Gaza.

Pemerintah Israel hingga saat ini masih mempertahankan posisi bahwa operasi militer adalah respons terhadap ancaman dari Gaza. Namun demikian, laporan dari lembaga internasional menyebutkan bahwa korban sipil di wilayah tersebut terus meningkat, termasuk di kalangan anak-anak dan perempuan. Hal ini menjadi dasar utama seruan moral yang digaungkan dalam demonstrasi kali ini.

Pengamat militer menilai bahwa pernyataan terbuka dari para mantan pilot ini memiliki bobot yang signifikan, mengingat posisi mereka sebagai orang-orang yang pernah berkontribusi langsung dalam sistem pertahanan negara. Ketika ribuan mantan pilot Angkatan Udara Israel demo tolak perang Gaza, hal itu menunjukkan bahwa keraguan terhadap strategi militer bukan hanya datang dari luar, tapi juga dari dalam tubuh militer itu sendiri.

Aksi ini dipandang sebagai panggilan hati nurani, bukan semata aksi politik. Banyak peserta mengungkapkan harapan agar pemerintah mau mendengar suara rakyat dan membuka jalan menuju gencatan senjata serta perundingan damai.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru dari konflik Gaza dan pergerakan sosial di Timur Tengah, kunjungi Gelanggang News di www.gelanggangnews.com.