Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Daftar Penyakit yang Sedot Biaya BPJS Kesehatan Terbanyak, Jantung Nomor 1

ByAdmin Gelanggang

Aug 14, 2025

GELANGGANG NEWS — BPJS Kesehatan kembali merilis data pembiayaan pelayanan kesehatan yang menunjukkan bahwa penyakit jantung menjadi beban biaya tertinggi sepanjang tahun 2024. Dalam laporan tersebut, daftar penyakit yang sedot biaya BPJS Kesehatan terbanyak dipimpin oleh penyakit jantung, disusul gagal ginjal, kanker, stroke, dan thalassemia.

Berdasarkan data resmi, total pengeluaran untuk penanganan penyakit jantung mencapai lebih dari Rp14 triliun, menjadikannya penyakit yang sedot biaya BPJS Kesehatan terbanyak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh tingginya angka kunjungan pasien dan kebutuhan akan tindakan medis lanjutan seperti kateterisasi, pemasangan ring, serta operasi bypass.

Penyakit jantung memang dikenal sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Gaya hidup tidak sehat, stres, konsumsi makanan tinggi lemak, serta minimnya aktivitas fisik menjadi faktor pemicu yang umum ditemui. Tak mengherankan jika penyakit jantung nomor 1 dalam daftar penyakit yang sedot biaya BPJS Kesehatan terbanyak.

Di posisi kedua, terdapat penyakit gagal ginjal kronis yang menghabiskan anggaran hingga Rp7 triliun. Sebagian besar biaya digunakan untuk layanan hemodialisis (cuci darah) yang dilakukan rutin dua hingga tiga kali seminggu. Peningkatan jumlah penderita gagal ginjal juga berdampak langsung pada lonjakan klaim BPJS Kesehatan.

Berikutnya, kanker menduduki posisi ketiga dalam daftar penyakit yang sedot biaya BPJS Kesehatan terbanyak, dengan pengeluaran mencapai lebih dari Rp4 triliun. Biaya besar dialokasikan untuk kemoterapi, radioterapi, hingga pengobatan lanjutan. Penyakit kanker juga membutuhkan penanganan jangka panjang dan fasilitas yang memadai.

Stroke berada di posisi keempat, menghabiskan sekitar Rp2 triliun per tahun. Penyakit ini sering menyebabkan kecacatan dan membutuhkan rehabilitasi intensif, termasuk fisioterapi yang berkepanjangan. Sedangkan thalassemia, kelainan darah genetik yang memerlukan transfusi rutin, melengkapi lima besar penyakit dengan biaya tertinggi.

BPJS Kesehatan menekankan pentingnya upaya promotif dan preventif untuk menekan angka pembiayaan jangka panjang. Masyarakat diimbau untuk menjalani pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan dini guna mendeteksi penyakit kronis sedini mungkin.

Dengan daftar penyakit yang sedot biaya BPJS Kesehatan terbanyak, jantung nomor 1, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat merumuskan kebijakan kesehatan yang lebih efisien. Fokus pada pencegahan melalui edukasi publik, deteksi dini, serta penguatan layanan primer menjadi langkah strategis ke depan.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan skrining dan konsultasi gratis yang tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Harapannya, penyakit-penyakit berbiaya tinggi dapat dicegah sebelum mencapai tahap kronis yang memerlukan penanganan mahal.

Untuk informasi dan laporan kesehatan terbaru lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.