Musisi senior Ari Lasso meluapkan kekesalannya kepada Wahana Musik Indonesia (WAMI) terkait persoalan royalti yang ia anggap tidak transparan dan dugaan salah transfer pembayaran. Ari Lasso ngamuk ke WAMI soal royalti dan dugaan salah transfer ini menjadi perhatian luas di industri musik Tanah Air, terutama di kalangan pencipta lagu dan penyanyi yang bergantung pada sistem distribusi royalti yang adil.
Lewat unggahan di media sosial, Ari Lasso menyampaikan bahwa selama beberapa waktu terakhir, ia menerima laporan pembayaran royalti yang menurutnya tidak masuk akal. Ia juga mencurigai adanya kesalahan transfer dana ke akun lain yang bukan miliknya. “Saya bukan cuma bingung, tapi kecewa berat. Ini menyangkut hak saya sebagai pencipta dan penyanyi. Harusnya sistem ini adil dan transparan,” tulis Ari dalam akun Instagram pribadinya.
Ari Lasso ngamuk ke WAMI soal royalti dan dugaan salah transfer juga memperlihatkan kegelisahan yang lebih luas di kalangan musisi terhadap lembaga manajemen kolektif. Beberapa musisi lain turut memberikan dukungan moral kepada Ari dan menyuarakan pengalaman serupa tentang ketidakjelasan distribusi royalti yang mereka alami.
WAMI sendiri belum memberikan pernyataan resmi saat berita ini diturunkan. Namun, perwakilan internal menyebut bahwa mereka tengah menelusuri dugaan adanya kesalahan administrasi. “Kami menghormati setiap keluhan dari anggota kami dan sedang melakukan audit internal,” ujar salah satu staf yang enggan disebut namanya.
Sebagai musisi yang telah berkarier lebih dari dua dekade, Ari Lasso memiliki banyak karya yang tersebar di berbagai platform digital dan digunakan secara komersial. Maka, transparansi dalam pengelolaan royalti menjadi hal yang sangat penting baginya. Kasus Ari Lasso ngamuk ke WAMI soal royalti dan dugaan salah transfer membuka diskusi publik tentang perlunya reformasi sistem distribusi royalti di Indonesia.

Pakar hukum hak kekayaan intelektual, Andri Yudha, menyatakan bahwa kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengevaluasi sistem manajemen kolektif di Indonesia. “Jika benar terjadi kesalahan transfer, maka ini bukan hanya soal teknis, tetapi menyangkut integritas lembaga dan kepercayaan seniman terhadap sistem,” ujarnya.
Tak sedikit warganet dan penggemar musik yang turut menyoroti kejadian ini, berharap agar masalah ini segera diselesaikan secara terbuka dan profesional. Mereka juga menuntut agar semua lembaga pengelola royalti memiliki sistem yang lebih akuntabel dan dapat diakses oleh para anggotanya secara real-time.
Ari Lasso ngamuk ke WAMI soal royalti dan dugaan salah transfer menandai urgensi perlindungan hak-hak musisi di era digital. Seiring meningkatnya konsumsi musik lewat streaming dan media digital lainnya, sistem pelaporan royalti dituntut semakin modern, transparan, dan bebas dari kesalahan administratif.
Untuk berita terbaru seputar musik Indonesia dan perkembangan kasus ini, kunjungi terus www.gelanggangnews.com.
