Film horor Indonesia Ketindihan baru saja tayang pada 9 Januari 2025, dan langsung menarik perhatian dengan cerita yang menggabungkan elemen mistis dan psikologis. Dibintangi oleh Haico Van Der Veken dan Kevin Ardilova, film ini disutradarai oleh Dyan Sunu Prastowo, yang sebelumnya telah sukses dengan Hujan di Balik Jendela (2021) dan Mantra Surugana (2023).
Cerita film ini berfokus pada Tania (Haico Van Der Veken), seorang atlet tenis muda yang hidup dalam bayang-bayang harapan dan tekanan besar dari ayahnya, Beni (Donny Damara). Beni ingin Tania meraih medali dan sukses di level nasional, tanpa mempertimbangkan perasaan dan kebahagiaan sang anak. Tak hanya itu, Tania juga terjebak dalam hubungan asmara yang penuh dengan toksik dan kekerasan emosional bersama Coki (Kevin Ardilova), yang semakin memperburuk kondisinya.
Di tengah kehidupan yang semakin rumit dan penuh tekanan, Tania mulai dihantui oleh serangkaian kejadian aneh yang berhubungan dengan dunia mistis. Teror itu dimulai setelah temannya, Nurul (Luana Dutra), ditemukan meninggal dengan cara bunuh diri. Tania dan beberapa temannya, yang sedang mencari pelarian dari kenyataan, kemudian melakukan ritual untuk memanggil jin bernama Beuno, yang konon memiliki kebiasaan mengganggu manusia dalam tidurnya.

Awalnya ritual tersebut tampak seperti sekadar permainan, namun apa yang terjadi selanjutnya membawa ancaman yang jauh lebih serius. Tania pun mulai mengalami ketindihan setiap kali tidur, sebuah gangguan tidur yang membuatnya terjaga dalam kondisi tidak berdaya. Masalah pribadi Tania pun semakin rumit, dengan hubungan buruk bersama keluarga dan kekasih yang penuh kekerasan. Jin Beuno tidak hanya meneror Tania, tetapi juga mulai menyerang orang-orang terdekatnya, membuat hidupnya semakin terpuruk.
Film ini menawarkan lebih dari sekadar teror mistis; Ketindihan juga menggambarkan perjalanan batin seorang remaja yang tertekan oleh ekspektasi keluarga dan kekasih. Sutradara Dyan Sunu Prastowo berhasil menyajikan ketegangan emosional yang mendalam, sementara Widi Lestari, yang menulis skenario, menghadirkan kisah yang penuh konflik batin.
Durasinya yang hanya 96 menit membuat film ini cocok untuk penonton dewasa yang menyukai cerita horor yang tak hanya menegangkan, tetapi juga penuh dengan dinamika emosional dan psikologis. Tania, yang diperankan dengan apik oleh Haico Van Der Veken, menggambarkan karakter yang semakin tertekan oleh dunia yang seolah tidak memberi ruang untuk dirinya. Begitu pula dengan Kevin Ardilova, yang berperan sebagai Coki, kekasih yang menjadi sumber masalah bagi Tania.
Bagi penggemar film horor, Ketindihan menjadi pilihan yang tepat, menghadirkan teror mistis yang tak hanya menakutkan, tetapi juga menggali konflik pribadi yang sangat relevan. Film ini membuktikan bahwa ketegangan psikologis dan atmosfer horor dapat berjalan beriringan untuk menciptakan pengalaman menonton yang luar biasa.
Sumber: www.gelanggangnews.com

