Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

City Gagal Musim Lalu, Guardiola Malah Senang

ByAdmin Gelanggang

Jul 29, 2025

JAKARTA – Musim 2024/2025 menjadi musim penuh refleksi bagi klub raksasa Inggris, Manchester City. Setelah empat tahun mendominasi sepak bola Inggris dengan empat gelar Premier League berturut-turut, musim ini City harus mengakhiri perjalanan tanpa satu pun trofi. Tidak ada gelar liga, tidak ada piala domestik, dan gugur lebih awal di Liga Champions. Sebuah hasil yang mengejutkan, terutama bagi tim sekelas The Citizens yang selama ini dikenal tak tersentuh.

Namun, di luar dugaan, sang pelatih Pep Guardiola justru merespons kegagalan tersebut dengan sikap yang jauh dari amarah atau frustasi. Dalam wawancara eksklusif dengan majalah GQ Spain, Guardiola menyebut dirinya justru bersyukur dan senang gagal. Mengapa?

“Saya senang karena saya gagal. Saya suka kegagalan,” kata Guardiola secara terang-terangan.

“Di tengah masyarakat modern seperti sekarang, kita dipaksa untuk selalu tampil sempurna. Semua orang pamer kebahagiaan palsu di Instagram—unggah makanan, wajah tersenyum, liburan mewah. Seolah hidup harus selalu menang, tanpa ruang untuk kalah. Tapi saya ingin jujur: saya sedih, saya gagal, dan itu wajar. Itu membuat saya manusia,” ujarnya panjang lebar.

Musim Tanpa Gelar Pertama di Era Guardiola

Guardiola, yang telah membawa City menjuarai 15 trofi sejak 2016 termasuk Liga Champions, Premier League, Piala FA, dan Carabao Cup, baru kali ini mengalami musim tanpa trofi di Etihad Stadium. Pada musim 2024/2025, City hanya finis peringkat ketiga di Premier League, tersingkir di fase awal knockout Liga Champions, serta gagal total di dua turnamen domestik.

Namun bagi Guardiola, hasil bukan segalanya. Yang lebih penting adalah semangat, proses, dan integritas dalam bekerja. Ia mengaku kegagalan kali ini memberinya pelajaran besar, terutama dalam menjaga kerendahan hati dan kesadaran bahwa sepak bola adalah permainan yang tidak bisa selalu dikendalikan.

“Coba sebut satu orang yang tidak pernah gagal? Tidak ada. Yang penting adalah kita memberi segalanya, menjalankan tanggung jawab kita dengan baik, dan bangkit ketika jatuh. Saya belum selesai. Musim depan, saya akan lebih baik,” tegasnya.

Optimisme Menatap Musim 2025/2026

Dengan semangat tersebut, Guardiola memastikan bahwa dirinya dan Manchester City akan kembali lebih kuat. Ia bahkan menyebut bahwa musim depan akan menjadi momen kebangkitan. City dipastikan akan melakukan evaluasi besar-besaran dan memperkuat skuad, terutama mengingat sejumlah pemain kunci yang mulai menua atau kehilangan performa puncaknya.

Guardiola juga tidak akan ragu merombak sistem dan pendekatan taktikal yang selama ini diandalkan jika itu memang diperlukan. Semuanya akan dilakukan demi mengembalikan City ke jalur juara.

Meski gagal musim ini, Guardiola tetap dinilai sebagai salah satu pelatih terbaik sepanjang masa. Ia dikenal tidak hanya sebagai pelatih pemenang, tetapi juga pemikir dalam dan pembentuk karakter. Cara dia memandang kekalahan bukan sebagai akhir, melainkan awal dari kebangkitan, membuatnya tetap disegani baik oleh rekan seprofesi, pemain, hingga publik sepak bola dunia.


Untuk informasi mendalam seputar sepak bola dunia, analisis taktik, kabar transfer pemain top, dan pandangan eksklusif dari pelatih-pelatih legendaris seperti Pep Guardiola, kunjungi kami di 👉 www.gelanggangnews.com