Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Penampakan Kerusakan akibat Bentrokan Thailand Vs Kamboja

ByAdmin Gelanggang

Jul 26, 2025

GELANGGANGNEWS.com – Ketegangan antara Thailand dan Kamboja kembali mencuat ke permukaan. Perselisihan yang bermula dari klaim atas situs-situs kuno peninggalan Kerajaan Sriwijaya kini berubah menjadi konflik bersenjata, melibatkan pasukan militer dan jet tempur dari kedua negara.

Fokus pertikaian terletak di sekitar Candi Ta Moan Thom (Ta Muen Thom) dan Candi Preah Vihear, dua situs kuno yang berdiri megah di kawasan perbatasan. Keduanya menyimpan nilai sejarah dan spiritual tinggi, namun juga menjadi titik rawan perebutan wilayah kedaulatan.

Sejak tahun 2008, bentrokan sporadis terus terjadi di wilayah ini, dan pada Juli 2025, tensi memuncak ke level yang mengkhawatirkan. Perbatasan yang dahulu sunyi oleh doa dan suara alam kini ramai oleh dentuman senjata dan deru mesin pesawat tempur.

Mengapa Candi Menjadi Sumber Konflik?

Perebutan atas Candi Preah Vihear sebenarnya sudah lama menjadi sengketa diplomatik antara Bangkok dan Phnom Penh. Meski Mahkamah Internasional pada tahun 1962 menyatakan candi tersebut berada di wilayah Kamboja, sebagian wilayah di sekitarnya masih dipersengketakan hingga kini.

Sementara itu, Candi Ta Moan Thom, yang terletak di dataran tinggi Dangrek, juga memicu klaim berlapis karena akses dan posisi strategisnya. Kedua negara menyatakan bahwa candi-candi tersebut adalah warisan sejarah nasional mereka.

Namun lebih dari sekadar klaim budaya, situs-situs ini kini menjadi bagian dari strategi geopolitik dan pertahanan nasional masing-masing pihak.

Konflik yang Tak Kunjung Reda

Pasukan dari kedua negara dilaporkan telah dikerahkan ke zona abu-abu di sekitar candi. Bentrokan bersenjata, penembakan artileri, dan bahkan penggunaan jet tempur telah dilaporkan dalam beberapa pekan terakhir. Ribuan warga sipil di wilayah perbatasan pun terpaksa mengungsi untuk menghindari dampak konflik.

Kedua pemerintah menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan, namun di lapangan, intensitas militer justru semakin meningkat. Sejumlah analis menilai bahwa perebutan candi hanyalah puncak gunung es dari konflik yang lebih luas terkait nasionalisme, sumber daya, dan pengaruh regional.

Situs Warisan Dunia yang Terancam

Candi Preah Vihear sendiri telah diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO. Namun ironisnya, status ini tidak menjamin perlindungan dari konflik bersenjata. Banyak bagian dari candi yang rusak akibat tembakan, dan potensi hilangnya artefak sejarah sangat besar.

Lembaga-lembaga internasional telah menyerukan gencatan senjata dan penyelesaian diplomatik, namun hingga kini belum ada kesepakatan yang konkret tercapai.

untuk analisis lengkap dan laporan eksklusif terkait konflik ini serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan Asia Tenggara, kunjungiwww.gelanggangnews.com dan dapatkan informasi terkini dari sumber terpercaya.