Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

IRAN LUNCURKAN SATELIT NAHID-2

ByAdmin Gelanggang

Jul 26, 2025

GELANGGANGNEWS.com – Iran kembali mencatatkan tonggak penting dalam pengembangan teknologi antariksa. Melalui kolaborasi dengan Rusia, Badan Antariksa Iran (ISA) berhasil meluncurkan satelit Nahid-2 ke orbit menggunakan roket Soyuz, sebuah langkah strategis yang langsung memicu kekhawatiran dari pihak Amerika Serikat dan Israel.

Mengutip laporan Al Mayadeen, peluncuran berlangsung sukses pada Jumat, 25 Juli 2025, di mana satelit Nahid-2 dikabarkan telah menempati orbit rendah Bumi, tepatnya di ketinggian 500 kilometer dari permukaan.

Bagian dari Peluncuran Multinasional

Misi ini bukan sekadar peluncuran satu satelit saja. Nahid-2 ikut serta dalam peluncuran multi-satelit yang juga membawa satelit milik Rusia dan 18 satelit dari berbagai negara lain, menunjukkan posisi Iran dalam jaringan kerja sama antariksa yang semakin luas.

Langkah strategis ini dianggap sebagai upaya Iran untuk memperkuat pengaruh di kawasan Timur Tengah, khususnya dalam menghadapi tekanan dan embargo Barat terhadap program nuklir serta militernya.

AS dan Israel Bereaksi Keras

Respons dari Washington dan Tel Aviv muncul tidak lama setelah peluncuran tersebut. Sejumlah analis menyebut bahwa peluncuran satelit ini dianggap mengancam keseimbangan kekuatan regional, terutama di tengah ketegangan yang belum mereda pasca konflik bersenjata antara Iran dan Israel.

Hanya sebulan setelah konfrontasi selama 12 hari yang menewaskan lebih dari 1.000 warga Iran, Israel dilaporkan mempertimbangkan opsi militer baru. PM Benjamin Netanyahu menyatakan tidak akan mengurangi intensitas serangan terhadap Iran, mengklaim bahwa operasi sebelumnya berhasil menewaskan sejumlah komandan senior militer Iran dan merusak infrastruktur pertahanannya.

Ancaman Destabilisasi Regional

Sementara itu, laporan Al Jazeera menyebut bahwa Israel kini secara aktif mencari alasan untuk kembali meluncurkan serangan, baik secara terbuka maupun melalui operasi rahasia seperti sabotase dan ledakan misterius di dalam wilayah Iran.

Para pengamat meyakini bahwa selain berupaya menghentikan program nuklir, Israel juga memiliki agenda untuk mendestabilisasi pemerintahan Teheran melalui tekanan militer dan intelijen.

Simbol Perlawanan dan Kemajuan Teknologi

Peluncuran Nahid-2 dinilai bukan hanya sebagai misi ilmiah, tetapi juga sebagai simbol perlawanan Iran terhadap dominasi Barat dan sebagai pernyataan bahwa Teheran mampu bersaing dalam ranah teknologi tinggi, meski di bawah tekanan sanksi internasional.

Iran menegaskan bahwa seluruh program antariksa yang mereka jalankan bertujuan damai, namun negara-negara Barat masih mencurigai potensi penggunaan teknologi ini untuk keperluan militer, termasuk peluncuran rudal balistik berbasis satelit.

Untuk update selengkapnya seputar konflik global, perkembangan teknologi militer, dan dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah, simak terus pemberitaan terbaru hanya di www.gelanggangnews.com.