Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Kemenkes Perluas Vaksinasi Hepatitis B bagi Nakes, Lebih dari 11.000 Teridentifikasi Reaktif

ByAdmin Gelanggang

Jul 24, 2025

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi memperluas cakupan vaksinasi hepatitis B untuk seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia. Kebijakan ini menjadi prioritas menyusul temuan lebih dari 11.000 nakes terdeteksi reaktif hepatitis B dari hasil skrining yang dilakukan sejak tahun 2003 hingga Januari 2025.

“Tenaga kesehatan merupakan kelompok berisiko tinggi, oleh karena itu cakupan vaksinasi perlu diperluas agar perlindungan lebih merata,” ujar Ina Agustina Isturini, Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dalam acara daring Temu Media: Bergerak Bersama Putuskan Penularan Hepatitis, Selasa (22/7/2025).

Lebih dari 600 Ribu Nakes Sudah Jalani Skrining Hepatitis B

Kemenkes mencatat, hingga awal 2025, sekitar 641.818 tenaga kesehatan telah mengikuti program skrining hepatitis B nasional. Dari jumlah tersebut, 349.183 orang telah menerima vaksinasi hepatitis B, baik sebagai pencegahan awal maupun lanjutan.

Selain skrining awal, nakes juga menjalani pemeriksaan lanjutan untuk mendeteksi antibodi hepatitis B—baik yang muncul secara alami atau hasil dari vaksinasi. Hasil menunjukkan bahwa sekitar 25% dari peserta skrining telah memiliki antibodi perlindungan terhadap virus tersebut.

Penanganan Serius Bagi Nakes yang Terindikasi Reaktif

Dari seluruh nakes yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 11.154 orang dinyatakan reaktif dan telah diberikan pengobatan antivirus sesuai dengan protokol nasional. Hal ini menjadi bagian penting dari strategi eliminasi hepatitis di Indonesia, yang meliputi deteksi dini, vaksinasi luas, dan akses pengobatan menyeluruh, termasuk di layanan kesehatan primer dan sekunder.

“Mereka yang teridentifikasi reaktif telah ditangani dengan protokol pengobatan yang berlaku,” tambah Ina.

Prioritaskan Perlindungan Nakes demi Ketahanan Sistem Kesehatan

Ina menegaskan bahwa perlindungan terhadap tenaga kesehatan adalah bagian krusial dari upaya memperkuat sistem kesehatan nasional. Vaksinasi hepatitis B bagi nakes tidak hanya menyelamatkan individu, tetapi juga mencegah potensi penularan di fasilitas layanan kesehatan.

“Tenaga kesehatan adalah garda terdepan, melindungi mereka berarti melindungi sistem kesehatan kita,” tegasnya.

Upaya ini juga sejalan dengan target global untuk mengeliminasi hepatitis sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030.

📌 Untuk informasi kesehatan masyarakat, kebijakan medis terbaru, dan edukasi publik lainnya, kunjungi Gelanggang Newsmedia terpercaya dalam menyajikan berita kesehatan dengan kedalaman analisis dan data.