Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Putin ke Trump: Rusia Tak Akan Menyerah di Ukraina, Gencatan Senjata Masih Dibahas

ByAdmin Gelanggang

Jul 4, 2025

Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa Moskow tidak akan mundur dari tujuannya di Ukraina. Pernyataan ini disampaikan langsung kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam percakapan telepon selama hampir satu jam pada Kamis (3/7), di tengah upaya AS memediasi perdamaian antara Rusia dan Ukraina yang telah bertikai selama lebih dari tiga tahun.

Menurut Kremlin, Putin menyampaikan bahwa Rusia tetap berkomitmen mencapai apa yang mereka anggap sebagai “penghapusan akar penyebab” dari konflik yang terjadi saat ini. Ajudan Kremlin, Yuri Ushakov, menyatakan bahwa meskipun Moskow bersikukuh dengan tujuannya, pihaknya tetap membuka ruang untuk negosiasi.

“Presiden kami mengatakan bahwa Rusia akan mencapai tujuan yang ditetapkannya… Rusia tidak akan menyerah,” ujar Ushakov, dikutip dari AFP.

Meski bersikap tegas, Putin tetap menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan proses diplomatik. Ia menggarisbawahi kesiapan Moskow untuk mencari solusi politik yang dinegosiasikan. Hal ini disampaikan tak lama setelah AS menggagas kembali inisiatif gencatan senjata, meskipun Moskow hingga kini masih enggan menyetujuinya.

Dalam pembicaraan tersebut, Putin juga mengingatkan Trump bahwa konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait serangan AS ke situs nuklir di Iran, sebaiknya diselesaikan lewat jalur diplomasi, bukan kekuatan militer.

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky yang tengah melakukan kunjungan ke Denmark, menyambut rencana pembicaraan dengan Trump yang dijadwalkan berlangsung Jumat (4/7). Zelensky secara terbuka menyatakan bahwa Ukraina selalu mendukung “gencatan senjata tanpa syarat” sebagaimana disarankan oleh Trump.

Namun, keputusan Trump yang mulai menghentikan sebagian pengiriman senjata utama ke Kyiv menjadi pukulan berat bagi Ukraina. Dukungan militer AS yang selama ini menjadi tulang punggung pertahanan Ukraina, mulai dipangkas sejak Trump kembali menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025.

Zelensky mengungkapkan bahwa ketidakpastian dukungan dari Washington memperkuat urgensi kerja sama dengan Uni Eropa dan NATO.

“Dukungan Amerika yang berkelanjutan untuk Ukraina, untuk pertahanan kita, untuk rakyat kita adalah kepentingan bersama kita,” ujar Zelensky.

Perubahan pendekatan Trump terhadap Rusia dan Ukraina mencolok dibandingkan masa pemerintahan pendahulunya, Joe Biden. Biden dikenal memberikan bantuan militer dan finansial secara besar-besaran kepada Kyiv, namun Trump justru mendorong pengurangan keterlibatan AS dalam konflik tersebut. Ia cenderung menunjukkan sikap yang lebih lunak terhadap Putin.

Sementara itu, situasi di lapangan kian mencekam. Serangan dan ledakan masih terjadi di sejumlah wilayah, termasuk insiden terbaru yang menewaskan 7 orang dan melukai 69 lainnya akibat ledakan di dua jembatan di Rusia.

Baca berita selengkapnya hanya di:
https://gelanggangnews.com