8 Orang Tertimpa Joglo Roboh Diterjang Hujan Angin DIY

Bencana alam kembali melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Sebuah rumah bergaya Joglo di wilayah Bantul roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang pada Rabu sore (15/10/2025). Dalam peristiwa tragis tersebut, delapan orang dilaporkan tertimpa reruntuhan bangunan dan mengalami luka-luka, sementara kerugian material diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan deras mengguyur kawasan Pundong, Bantul. Berdasarkan keterangan warga, angin berembus sangat kencang dan berlangsung hampir 20 menit. Beberapa warga yang sedang berteduh di rumah Joglo milik warga setempat tak sempat menyelamatkan diri ketika bagian atap dan tiang utama tiba-tiba ambruk.

Salah satu saksi mata, Sutrisno (48), mengatakan bahwa sebelum kejadian, terdengar suara gemuruh di langit disertai dengan getaran angin yang kuat. “Awalnya kami kira hanya angin biasa, tapi tiba-tiba tiang penyangga rumah bergetar keras dan langsung roboh. Kami panik dan berusaha menolong orang-orang yang tertimpa kayu,” ujarnya.

Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul segera diterjunkan ke lokasi begitu menerima laporan dari warga. Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Suharyanto, menyampaikan bahwa delapan korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat meski mengalami luka-luka ringan hingga berat. “Kami langsung evakuasi korban dan lakukan pendataan. Beberapa korban dirawat di Puskesmas terdekat, dan kondisi mereka kini berangsur membaik,” jelasnya.

Petugas juga melakukan pembersihan puing-puing bangunan dan memberikan bantuan logistik darurat berupa terpal, makanan siap saji, serta peralatan kebersihan bagi warga terdampak. Menurut hasil identifikasi sementara, rumah Joglo yang roboh sudah berusia lebih dari 30 tahun, dan struktur kayunya mengalami pelapukan sehingga tidak kuat menahan tekanan angin ekstrem.

BMKG Yogyakarta sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di sejumlah wilayah DIY. Fenomena hujan disertai angin kencang ini disebabkan adanya pertemuan massa udara lembab di sekitar selatan Pulau Jawa yang memicu pembentukan awan Cumulonimbus. “Kondisi ini berpotensi menimbulkan hujan lebat, petir, dan angin kencang dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta, Eko Budi Santoso.

Selain di Bantul, beberapa wilayah lain seperti Sleman dan Gunungkidul juga dilaporkan mengalami dampak serupa berupa pohon tumbang, genting beterbangan, serta baliho roboh. BPBD mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca mendadak dan menghindari berteduh di bawah bangunan tua atau pohon besar ketika hujan disertai angin kencang.

Warga sekitar kini bergotong royong membantu membersihkan sisa reruntuhan bangunan sambil menunggu bantuan perbaikan dari pemerintah daerah. “Kami berharap ada bantuan untuk memperbaiki rumah ini karena Joglo ini bagian dari sejarah keluarga kami,” ujar salah satu anggota keluarga korban.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem di musim pancaroba harus diwaspadai oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga diharapkan memperkuat sistem mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak lagi menimbulkan korban.


Selengkapnya kunjungi www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *