3 Lagu untuk Prabowo di Lubang Buaya: Indonesia Pusaka, Bangun Pemudi Pemuda, Garuda Pancasila

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2025 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta Timur. Acara kenegaraan yang berlangsung khidmat tersebut diwarnai dengan persembahan lagu-lagu nasional yang sarat makna sejarah dan semangat kebangsaan.

Dalam rangkaian upacara, tiga lagu kebangsaan dinyanyikan secara bergantian, yakni “Indonesia Pusaka”, “Bangun Pemudi Pemuda”, dan “Garuda Pancasila”. Ketiga lagu itu dipilih bukan tanpa alasan, melainkan untuk meneguhkan kembali nilai patriotisme, nasionalisme, serta semangat persatuan bangsa Indonesia di tengah tantangan zaman.

Indonesia Pusaka

Lagu karya Ismail Marzuki ini menjadi salah satu yang dinyanyikan penuh penghayatan oleh paduan suara dan seluruh peserta upacara. “Indonesia Pusaka” menggambarkan keindahan tanah air sekaligus kecintaan mendalam rakyat kepada Indonesia. Kehadiran lagu ini di momen peringatan Kesaktian Pancasila memberi pesan bahwa tanah air adalah warisan yang harus dijaga, bahkan dengan pengorbanan jiwa raga.

Bangun Pemudi Pemuda

Lagu perjuangan yang lahir di masa pergerakan nasional ini juga berkumandang di Lubang Buaya. Liriknya yang mengajak generasi muda untuk bangkit, bersatu, dan membangun negeri, relevan dengan kondisi bangsa saat ini. Prabowo dalam keterangannya menekankan bahwa pemuda dan pemudi Indonesia harus menjadi garda terdepan dalam mengawal Pancasila, sekaligus berperan aktif dalam pembangunan nasional.

Garuda Pancasila

Sebagai penutup, lagu “Garuda Pancasila” dinyanyikan dengan penuh semangat. Lagu ini menegaskan Pancasila sebagai ideologi negara yang tidak tergantikan. Simbol Garuda sebagai lambang bangsa menggambarkan kekuatan dan keteguhan dalam menjaga kedaulatan negara. Lagu ini menjadi momentum peneguhan bahwa Pancasila tetap menjadi dasar negara yang kokoh menghadapi berbagai ancaman ideologi transnasional.

Suasana Upacara

Upacara di Monumen Pancasila Sakti dihadiri jajaran pejabat negara, perwakilan TNI-Polri, serta tokoh masyarakat. Prosesi berjalan khidmat dengan rangkaian acara penghormatan kepada para Pahlawan Revolusi yang gugur akibat tragedi G30S/PKI tahun 1965. Presiden Prabowo tampak memberikan penghormatan di depan monumen sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang gugur demi tegaknya Pancasila.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa Pancasila adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Pancasila adalah pedoman, penjaga persatuan, dan sumber kekuatan kita menghadapi segala tantangan. Tugas kita bersama adalah menjaga dan mengamalkannya dengan setia,” tegasnya.

Makna Simbolik

Pemilihan tiga lagu tersebut dianggap tepat karena masing-masing mewakili nilai penting dalam berbangsa: kecintaan pada tanah air (Indonesia Pusaka), peran generasi muda (Bangun Pemudi Pemuda), serta keteguhan mempertahankan ideologi negara (Garuda Pancasila). Kombinasi ketiganya menegaskan pesan bahwa Pancasila tetap hidup dan menjadi pegangan bangsa Indonesia.


Ikuti terus liputan mendalam seputar peristiwa nasional, politik, dan sejarah hanya di Gelanggang News.
Baca selengkapnya di 👉 www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *