Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

20 Prajurit Jadi Tersangka, Motif Senior Aniaya Prada Lucky Masih Tanda Tanya

ByAdmin Gelanggang

Aug 12, 2025

Jakarta – Kasus kekerasan yang menimpa seorang prajurit TNI bernama Prada Lucky terus menjadi perhatian publik. Hingga kini, penyelidikan telah menetapkan 20 prajurit jadi tersangka, namun motif senior aniaya Prada Lucky masih tanda tanya, menimbulkan spekulasi dan keprihatinan di berbagai kalangan.

Kejadian ini bermula dari laporan keluarga Prada Lucky, yang menyebut korban mengalami luka serius usai menjalani pelatihan di lingkungan militer. Setelah dilakukan investigasi internal oleh Polisi Militer, ditemukan bukti kuat bahwa Prada Lucky menjadi korban penganiayaan berulang oleh sejumlah seniornya di satuan tempatnya bertugas.

“Kami sudah menetapkan 20 personel sebagai tersangka, dan penyidikan masih terus berkembang,” ujar Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar dalam konferensi pers, Minggu (10/8). Namun, motif senior aniaya Prada Lucky masih tanda tanya, karena para tersangka belum memberikan keterangan yang konsisten.

Tindakan Kekerasan Sistematis?

Dalam perkembangan terbaru, pihak penyidik mengungkap bahwa bentuk penganiayaan yang dialami Prada Lucky diduga dilakukan secara sistematis. Hal ini memunculkan pertanyaan apakah aksi kekerasan ini merupakan bagian dari “tradisi” tak tertulis di lingkungan militer atau murni tindakan oknum.

Meski 20 prajurit jadi tersangka, motif di balik tindakan tersebut belum terungkap jelas. Beberapa sumber menyebut kemungkinan adanya pelanggaran disiplin ringan yang kemudian dibalas secara berlebihan oleh para senior. Namun hal ini belum dapat dikonfirmasi secara resmi.

Sejumlah LSM dan pengamat militer menyayangkan insiden ini. Mereka menilai bahwa sistem pembinaan di lingkungan militer harus dievaluasi menyeluruh, mengingat kekerasan semacam ini bukan kali pertama terjadi.

“Kita tidak bisa menoleransi kekerasan dengan alasan pembinaan mental. Fakta bahwa motif senior aniaya Prada Lucky masih tanda tanya menunjukkan ada yang belum beres di sistem,” ujar Edi Susilo, peneliti isu militer dari Imparsial.

Keluarga Tuntut Keadilan

Pihak keluarga Prada Lucky menyatakan kekecewaan mendalam dan meminta proses hukum berjalan transparan. Mereka berharap TNI benar-benar memberikan sanksi tegas dan tidak menutup-nutupi kebenaran.

Sementara itu, pihak TNI berjanji akan menindak tegas para pelaku dan melakukan perbaikan internal. “Kami menjunjung tinggi prinsip zero tolerance terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun,” tegas Nugraha.

Meski demikian, publik masih menanti penjelasan resmi soal motif senior aniaya Prada Lucky, terutama setelah 20 prajurit jadi tersangka dan penyelidikan memasuki tahap lebih lanjut.

Kasus ini menjadi ujian besar bagi reformasi internal TNI dan upaya membangun budaya militer yang profesional serta menghargai hak asasi manusia.

Untuk perkembangan lanjutan kasus ini dan berita hukum lainnya, kunjungi GELANGGANG NEWS di www.gelanggangnews.com.