JAKARTA, Gelanggang News – Gelombang demonstrasi pecah di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Serikat hingga Eropa, menyusul serangan udara yang diperintahkan mantan Presiden Donald Trump terhadap fasilitas strategis Iran. Aksi ini memicu kemarahan publik yang menilai serangan tersebut sebagai bentuk agresi militer sepihak yang membahayakan stabilitas global.
AS Memanas: Protes Massal dari Pantai ke Pantai
Di sejumlah kota besar seperti New York, Los Angeles, Chicago, hingga Washington D.C., ribuan warga turun ke jalan. Mereka membawa spanduk bertuliskan “No War With Iran”, “Stop Imperialism”, dan “Hands Off the Middle East”.
Di depan Gedung Putih, pengunjuk rasa meneriakkan tuntutan agar Kongres mengambil alih kendali militer dan menghentikan segala bentuk eskalasi konflik. Beberapa demonstrasi berlangsung damai, namun sejumlah bentrokan kecil terjadi antara polisi dan kelompok anti-perang radikal.
Eropa Bersolidaritas
Dukungan terhadap rakyat Iran juga disuarakan di Eropa. Di London, massa memadati Trafalgar Square, sementara di Berlin, ratusan aktivis pro-perdamaian berkumpul di depan Bundestag. Aksi solidaritas juga terlihat di Paris, Madrid, dan The Hague.
Para demonstran Eropa mengecam tindakan militer sepihak Trump yang dinilai mengancam diplomasi internasional dan meningkatkan risiko perang besar di kawasan Timur Tengah.
Reaksi Politik dan Media Terpecah
Langkah Trump menuai reaksi tajam dari berbagai tokoh dunia. Sejumlah pemimpin Uni Eropa mendesak de-eskalasi, sementara parlemen AS mulai mempertanyakan dasar hukum serangan tersebut.
Di media, pendapat terbelah. Surat kabar The Guardian menyebut serangan itu sebagai tindakan “ilegal dan sembrono”, sementara Wall Street Journal memuji sebagai strategi tegas untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Ikuti terus informasi hanya di GelanggangNews.com

