Jagat maya diramaikan dengan kisah seorang pelancong yang harus merogoh kocek hingga Rp1,2 juta hanya untuk membayar biaya parkir mobil selama empat hari di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang. Kisah ini viral setelah diunggah ke media sosial dan memicu perdebatan luas mengenai tarif parkir bandara yang dinilai terlalu tinggi.
Dalam unggahan yang beredar, seorang pengguna menceritakan pengalamannya saat meninggalkan mobil di area parkir resmi Bandara Soetta. Setelah kembali dari perjalanan empat hari, ia kaget saat diminta membayar biaya parkir sebesar Rp1,2 juta. Perhitungannya adalah sekitar Rp300 ribu per hari. Meski sudah tertera di papan tarif resmi, jumlah tersebut tetap memicu kontroversi karena dianggap memberatkan pengguna jasa bandara.
Pihak pengelola Bandara Soekarno-Hatta melalui PT Angkasa Pura II angkat bicara terkait viral pelancong bayar Rp1,2 juta parkir mobil 4 hari di Soetta. Mereka menjelaskan bahwa tarif parkir sudah sesuai dengan ketentuan dan diberlakukan berdasarkan lokasi parkir yang dipilih pengguna. Untuk parkir inap atau jangka panjang, bandara telah menyiapkan area khusus dengan tarif yang jauh lebih murah dibandingkan area parkir premium.
“Kasus yang viral itu terjadi karena kendaraan diparkirkan di zona parkir premium yang memang dikenakan tarif lebih tinggi. Kami sebenarnya sudah menyediakan lahan parkir inap dengan tarif sekitar Rp80 ribu per hari. Informasi ini ada di papan petunjuk, namun banyak pengguna yang tidak memperhatikan,” ujar perwakilan Angkasa Pura II.
Penjelasan tersebut menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet menyalahkan pengelola bandara karena dianggap kurang jelas dalam memberikan informasi mengenai perbedaan zona parkir. Sementara yang lain menilai pengguna jasa juga perlu lebih teliti sebelum memutuskan tempat memarkir kendaraan.
Kementerian Perhubungan ikut merespons fenomena ini dengan meminta pihak bandara memperbaiki sistem informasi dan papan petunjuk agar lebih mudah dipahami masyarakat. Transparansi tarif menjadi penting untuk menghindari kesalahpahaman serupa di kemudian hari.
Di sisi lain, fenomena viral pelancong bayar Rp1,2 juta parkir mobil 4 hari di Bandara Soetta menjadi pengingat bagi calon penumpang pesawat untuk lebih cermat memilih area parkir. Bandara Soekarno-Hatta sebenarnya memiliki beberapa pilihan, mulai dari parkir premium dekat terminal, parkir reguler, hingga parkir inap yang letaknya agak jauh namun jauh lebih hemat biaya.
Warga yang sering bepergian melalui Soetta menyarankan agar calon pelancong menggunakan fasilitas shuttle bus yang tersedia di area parkir inap. Dengan begitu, kendaraan tetap aman, tarif lebih terjangkau, dan akses menuju terminal tetap mudah.
Peristiwa ini memperlihatkan pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fasilitas publik. Bandara sebagai pintu gerbang utama Indonesia diharapkan tidak hanya menyediakan pelayanan transportasi udara, tetapi juga menghadirkan fasilitas penunjang yang ramah bagi pengguna, termasuk dalam hal tarif parkir.
Hingga kini, kisah tersebut masih ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak netizen berbagi pengalaman serupa, bahkan ada yang mengaku lebih memilih menggunakan jasa transportasi online atau taksi bandara agar tidak terbebani biaya parkir tinggi.
Tulisan ini dipersembahkan untuk Gelanggang News. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui www.gelanggangnews.com.

