Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Viral Istilah ‘Aura Farming’ dari Tren Penari Pacu Jalur

ByAdmin Gelanggang

Jul 5, 2025

Riau, 5 Juli 2025 – Istilah baru “Aura Farming” tengah menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial Indonesia. Istilah ini muncul dari tren video penari Pacu Jalur yang viral di platform seperti TikTok dan Instagram, menyoroti keanggunan dan pesona para penari yang tampil dalam tradisi budaya khas Riau tersebut.

Pacu Jalur adalah perlombaan balap perahu tradisional yang biasanya disertai dengan atraksi seni, termasuk tarian adat. Para penari yang tampil di arena ini sering mengenakan busana adat penuh warna dan menari dengan penuh semangat di tepi jalur perahu. Dalam beberapa video yang viral, warganet menyoroti bagaimana para penari tampak begitu memikat, hingga muncullah istilah “aura farming.”

Istilah “aura farming” sendiri merupakan gabungan kata tidak resmi yang merujuk pada aktivitas “mengumpulkan aura” atau pancaran karisma, pesona, dan daya tarik. Dalam konteks ini, penari-penari Pacu Jalur dianggap sedang “memanen” perhatian dan kekaguman dari penonton, baik secara langsung maupun di media sosial.

Komentar-komentar seperti “Aura farming level dewa,” atau “Nonton Pacu Jalur biar bisa recharge aura,” kini menghiasi berbagai unggahan. Banyak dari mereka yang mengaku sengaja datang atau menonton video Pacu Jalur karena tertarik pada penampilan para penari yang dianggap “mengangkat mood” dan penuh daya tarik alami.

Tak hanya viral di dalam negeri, beberapa video bahkan sampai ke luar negeri, dengan kreator konten mancanegara memberikan reaksi dan ulasan terhadap keunikan budaya Indonesia ini. Fenomena ini menjadi bukti bahwa media sosial dapat menjadi jembatan kuat untuk memperkenalkan tradisi lokal ke panggung dunia.

Banyak pihak menyambut baik viralnya istilah ini. Dinas Kebudayaan Riau, misalnya, berharap momen ini bisa menjadi awal dari kebangkitan minat generasi muda terhadap budaya daerah. “Kalau lewat istilah kekinian seperti ‘aura farming’ bisa membuat anak muda tertarik mengenal budaya, itu positif sekali,” ujar seorang pejabat dinas.

Meski istilahnya terdengar lucu dan tidak formal, “aura farming” secara tidak langsung mengangkat citra seni budaya lokal dan membuatnya lebih mudah diterima oleh generasi digital. Sebuah bukti bahwa budaya tradisional bisa tetap eksis dan relevan di era modern — bahkan menjadi tren global.

Baca berita lengkap dan terkini lainnya hanya di:
🔗 https://gelanggangnews.com