Menteri Pertahanan sekaligus Presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, yang ambruk pada awal pekan ini. Peristiwa tragis tersebut menelan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi keluarga serta santri yang terdampak.
Dalam keterangan resminya, Prabowo menitipkan salam duka cita kepada seluruh korban dan keluarga yang berduka. Ia menegaskan bahwa tragedi ini adalah ujian berat, namun di balik cobaan tersebut tersimpan hikmah agar semua pihak lebih memperhatikan aspek keselamatan bangunan, khususnya yang digunakan untuk kegiatan pendidikan.
“Musibah di Ponpes Sidoarjo adalah duka kita bersama. Saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang kehilangan putra-putrinya. Semoga para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan yang luka diberikan kesembuhan,” ujar Prabowo.
Selain ucapan duka, Prabowo juga menyampaikan rasa hormat kepada masyarakat sekitar, aparat keamanan, dan relawan yang sigap memberikan pertolongan di lokasi kejadian. Ia menekankan bahwa gotong royong dan kepedulian sosial adalah kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi bencana.
Tragedi runtuhnya bangunan ponpes ini terjadi saat sejumlah santri tengah beraktivitas di dalam gedung. Tim gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, dan relawan segera melakukan evakuasi serta memberikan bantuan medis darurat. Hingga kini, proses investigasi terkait penyebab utama ambruknya bangunan masih dilakukan, termasuk memeriksa struktur dan kelayakan bangunan yang berdiri di atas lahan padat penduduk tersebut.
Prabowo juga berjanji bahwa pemerintah akan memberikan perhatian khusus bagi keberlangsungan pendidikan para santri yang terdampak. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada generasi muda yang kehilangan hak belajar akibat bencana. Oleh karena itu, pemerintah bersama pihak terkait akan mencari solusi, baik berupa bantuan tempat belajar sementara maupun dukungan jangka panjang.
“Saya percaya semangat para santri tidak akan padam meski menghadapi musibah. Pendidikan adalah pondasi masa depan bangsa. Mari kita jaga bersama agar mereka tetap bisa melanjutkan cita-cita,” ungkap Prabowo dengan penuh empati.
Dukungan masyarakat dari berbagai daerah juga mulai mengalir, baik berupa donasi, tenaga relawan, hingga doa untuk para korban. Fenomena ini menunjukkan bahwa rasa solidaritas bangsa Indonesia tetap terjaga kuat di tengah situasi sulit.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk lebih serius memperhatikan aspek keselamatan bangunan, terutama fasilitas pendidikan. Kesigapan aparat dan kehadiran negara melalui perhatian langsung dari para pemimpin diharapkan mampu memberikan penguatan moral bagi keluarga korban.
Dengan doa dan dukungan semua pihak, tragedi ini semoga menjadi titik kebangkitan baru bagi para santri dan keluarga besar Ponpes Sidoarjo untuk kembali bangkit, menata kehidupan, dan melanjutkan perjuangan dalam menimba ilmu.
Liputan mendalam dan berita terbaru lainnya hanya di Gelanggang News.
Kunjungi www.gelanggangnews.com untuk informasi selengkapnya.

