GELANGGANG NEWS – Tragedi memilukan mengguncang warga Medan setelah seorang tukang ojek tewas dibegal saat sedang bekerja. Pria bernama Suparno (45), yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan bertanggung jawab dalam menyekolahkan lima anaknya, meregang nyawa dalam insiden perampokan brutal yang terjadi pada Kamis malam, 1 Agustus 2025.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kriminal yang meresahkan masyarakat. Perjuangan tukang ojek sekolahkan 5 anak di Medan sirna usai tewas dibegal, menjadi potret nyata betapa tingginya risiko yang dihadapi para pekerja informal dalam mencari nafkah. Korban ditemukan bersimbah darah tidak jauh dari lokasi penjemputan penumpang terakhirnya.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Teddy Marbun, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengantongi identitas pelaku yang diduga kuat melakukan pembegalan. “Kami telah mengidentifikasi tersangka melalui rekaman CCTV dan keterangan sejumlah saksi. Saat ini, tim sedang memburu pelaku,” ujar Teddy saat ditemui awak media.
Dalam keterangannya, polisi menyebut bahwa pembegalan terjadi saat Suparno sedang mengantar penumpang ke wilayah Medan Labuhan. Pelaku diduga berpura-pura menjadi penumpang sebelum melancarkan aksinya. Perjuangan tukang ojek sekolahkan 5 anak di Medan sirna usai tewas dibegal, menggugah keprihatinan banyak pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi sosial.
Warga sekitar yang mengenal Suparno menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Beliau rajin, tidak pernah menolak penumpang meski larut malam. Semua demi anak-anaknya agar bisa sekolah tinggi,” ujar Nani, salah satu tetangga korban. Kini, lima anak Suparno harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan sang ayah yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga.
Isu keamanan di Kota Medan kembali mencuat pasca kejadian ini. Banyak warga menuntut aparat untuk meningkatkan patroli, terutama di titik-titik rawan kejahatan malam hari. Perjuangan tukang ojek sekolahkan 5 anak di Medan sirna usai tewas dibegal menjadi alarm bagi pemerintah daerah agar tidak menyepelekan keselamatan para pekerja sektor informal.
Selain itu, sejumlah aktivis hak buruh mendesak agar pemerintah memberikan perlindungan lebih kepada para tukang ojek, baik yang konvensional maupun daring. Mereka menilai profesi ini rentan menjadi target kejahatan karena bekerja tanpa jaminan keselamatan yang memadai.
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Suparno telah dimakamkan di TPU setempat dengan diiringi isak tangis keluarga dan warga. Polisi juga berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas dan menyeret pelaku ke meja hijau.
Untuk berita terkini mengenai perkembangan kasus ini dan informasi kriminal lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

