GelanggangNews – Kuba menghadapi krisis bahan bakar udara yang semakin parah setelah pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump memperketat blokade minyak kepada negara pulau itu. Otoritas penerbangan Kuba secara resmi mengeluarkan pemberitahuan bahwa maskapai internasional tidak lagi dapat mengisi bahan bakar (jet fuel) di bandara Kuba, termasuk di Havana, mulai awal Februari hingga setidaknya 11 Maret mendatang, karena stok minyak yang sangat menipis akibat pemutusan pasokan dari Venezuela dan tekanan terhadap negara pemasok lain.
Akibatnya, sejumlah maskapai telah mengambil langkah drastis. Air Canada telah menghentikan seluruh penerbangan ke Kuba karena tidak tersedia avtur untuk pesawat yang mendarat di sana, dan berencana mengoperasikan penerbangan kosong ke selatan untuk menjemput sekitar 3.000 penumpang yang terdampar. Beberapa maskapai lain, seperti Turkish Airlines, telah menunda layanan biasa dan mempertimbangkan pengisian bahan bakar di negara lain saat kembali dari Kuba.
Krisis ini merupakan dampak langsung dari kebijakan Trump yang memutus akses Kuba terhadap sumber minyak penting — terutama dari Venezuela dan Meksiko — melalui ancaman tarif dan tekanan diplomatik. Langkah tersebut diperluas sebagai bagian dari blokade ekonomi yang ditujukan untuk melemahkan rezim Kuba dan meningkatkan isolasi ekonomi negara itu.
Selain penerbangan, krisis energi telah mempengaruhi sektor lain di Kuba, termasuk pemadaman listrik, transportasi publik yang terhenti, dan kelangkaan bahan bakar umum yang menjalar ke kehidupan sehari-hari warga. Sebagai respons, negara sahabat seperti China menyatakan kesiapan membantu Kuba dalam menghadapi kekurangan avtur, meskipun solusi jangka panjang belum terlihat jelas.
Situasi ini tidak hanya berdampak pada rute internasional dan pariwisata, tetapi juga menimbulkan pertanyaan geopolitik dan kemanusiaan tentang konsekuensi blokade ekonomi yang diperpanjang terhadap kehidupan warga sipil dan hubungan internasional.
Ikuti perkembangan terbaru berita internasional & geopolitik hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

