Gelanggang News — 17 Oktober 2025.
Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Yaman yang dikuasai kelompok Houthi. Dalam operasi militer yang diklaim sangat presisi tersebut, Panglima Militer Houthi, Mayor Jenderal Muhammad Abdul Karim Al Ghamari, dilaporkan tewas akibat luka berat yang dideritanya.
Serangan itu menandai salah satu operasi militer paling signifikan Israel di luar kawasan tradisional konfliknya dalam beberapa tahun terakhir, dan berpotensi memperluas dimensi perang ke wilayah Laut Merah serta Semenanjung Arab.
Kronologi Serangan dan Kematian Al Ghamari
Menurut laporan internal militer Houthi, Al Ghamari meninggal dunia setelah menderita luka parah dalam serangan udara Israel yang menghantam kompleks militer di Sanaa pada Agustus lalu. Pemerintah Israel baru mengonfirmasi tanggung jawab mereka atas serangan itu pada pertengahan Oktober.
Sumber militer menyebut, serangan dilakukan menggunakan drone tempur jarak jauh yang menargetkan pusat komando militer Houthi. Dalam serangan tersebut, beberapa anggota keluarga Al Ghamari, termasuk putranya yang berusia 13 tahun, ikut menjadi korban.
Al Ghamari dikenal sebagai otak strategis di balik operasi Houthi melawan Israel dan sekutunya di Laut Merah. Ia juga terlibat langsung dalam pengaturan serangan rudal balistik dan drone ke wilayah Israel serta kapal-kapal komersial di jalur pelayaran internasional.
Reaksi dan Dampak Politik
Kementerian Pertahanan Israel menyatakan bahwa eliminasi Al Ghamari merupakan “pencapaian strategis” yang menunjukkan kemampuan intelijen dan kekuatan militer Israel di kawasan. “Siapa pun yang mengancam keamanan Israel, tidak ada tempat aman bagi mereka,” ujar Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant dalam keterangan resminya di Tel Aviv.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengonfirmasi kematian panglimanya dengan pernyataan resmi penuh amarah. Dalam siaran televisi Al Masirah, juru bicara militer Houthi menyebut Al Ghamari “gugur sebagai syahid” dan berjanji akan membalas tindakan Israel “dengan cara yang tidak akan mereka lupakan.”
Kematian Al Ghamari memicu kekosongan kepemimpinan di tubuh militer Houthi. Namun, kelompok tersebut segera menunjuk Mayor Jenderal Yusuf Hassan Al Madani, seorang komandan lapangan senior yang juga masuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat, sebagai pengganti sementara.
Implikasi Regional dan Eskalasi Konflik
Serangan Israel ke wilayah Yaman dinilai para analis sebagai langkah ekspansi militer yang berani sekaligus berisiko tinggi. Pasalnya, tindakan tersebut dapat memicu reaksi berantai dari Iran, yang diketahui menjadi sekutu utama Houthi dalam konflik regional.
Israel mengklaim bahwa serangan ke Yaman merupakan bagian dari “strategi pertahanan pre-emptive” untuk mencegah serangan rudal dan drone dari wilayah tersebut. Namun, sejumlah negara Arab menilai tindakan itu melanggar kedaulatan negara lain dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam perang skala luas.
Situasi semakin rumit karena gencatan senjata di Gaza masih berlangsung rapuh. Beberapa pengamat menilai bahwa langkah Israel ini bisa memperkeruh upaya diplomasi yang sedang dilakukan oleh PBB dan negara-negara Teluk.
Tinjauan dan Respons Internasional
Dewan Keamanan PBB dijadwalkan mengadakan pertemuan darurat membahas dampak serangan tersebut terhadap stabilitas regional. Sementara itu, Amerika Serikat dan Inggris menyatakan “keprihatinan mendalam” terhadap meningkatnya eskalasi di Yaman.
Houthi, melalui pernyataannya, bersumpah untuk melanjutkan perlawanan. Mereka menegaskan bahwa kematian Al Ghamari “tidak akan menghentikan perjuangan melawan agresi Zionis”. Kelompok itu bahkan mengancam akan menargetkan instalasi Israel di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai pembalasan.
Penutup
Serangan yang menewaskan Al Ghamari menjadi sinyal bahwa konflik di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bagi Israel, operasi ini adalah upaya mempertahankan keamanan nasional. Namun, bagi Houthi dan sekutunya, ini adalah pemicu baru bagi perang panjang yang belum berakhir.
Situasi ini menunjukkan bahwa peta geopolitik kawasan semakin kompleks dan sulit diprediksi. Dunia kini menunggu, apakah langkah Israel ini akan membawa keamanan — atau justru membuka babak baru konflik yang lebih luas.
Liputan lengkap dan pembaruan situasi geopolitik Timur Tengah dapat diikuti di portal resmi Gelanggang News melalui:
www.gelanggangnews.com

