GelanggangNews – Hendrik Irawan menyatakan bahwa penutupan SPPG miliknya bukan disebabkan oleh video joget cuan MBG yang sempat viral di media sosial. Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di masyarakat tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Menurut Hendrik Irawan, penutupan SPPG yang dikelolanya terjadi karena alasan administratif dan operasional, bukan karena aktivitas joget cuan yang dikaitkan dengan program MBG. Ia menjelaskan bahwa SPPG tersebut untuk sementara waktu tidak beroperasi karena adanya evaluasi dan penyesuaian dalam pengelolaan program.
Isu penutupan SPPG sempat ramai setelah video joget cuan MBG beredar luas di media sosial dan dikaitkan dengan kegiatan di lokasi tersebut. Banyak warganet menduga penutupan dilakukan sebagai dampak dari viralnya video tersebut. Namun, Hendrik menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara video yang beredar dengan keputusan penutupan operasional SPPG.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya. Menurutnya, banyak informasi yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan fakta di lapangan sehingga perlu klarifikasi langsung dari pihak terkait.
Hendrik Irawan menambahkan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai kelanjutan operasional SPPG tersebut. Ia berharap setelah proses evaluasi selesai, SPPG dapat kembali beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat seperti sebelumnya.
Pihak terkait juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Klarifikasi ini diharapkan dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ikuti perkembangan terbaru berita nasional hanya di Gelanggang News:
https://gelanggangnews.com/

