Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Harga Minyak Dunia Melesat karena Stok AS Anjlok

ByAdmin Gelanggang

Aug 28, 2025

GELANGGANG NEWSHarga minyak dunia melesat karena stok AS anjlok, menciptakan kekhawatiran baru di pasar energi global. Lonjakan harga terjadi setelah data terbaru menunjukkan penurunan signifikan dalam cadangan minyak mentah Amerika Serikat, yang menjadi indikator utama pasokan global.

Menurut laporan mingguan yang dirilis oleh otoritas energi AS, persediaan minyak mentah komersial di negara tersebut turun lebih dari 10 juta barel dalam sepekan terakhir. Penurunan ini jauh di atas ekspektasi analis, yang sebelumnya memperkirakan penurunan sebesar 4 juta barel. Akibatnya, harga minyak dunia melesat karena stok AS anjlok, dengan harga minyak mentah Brent naik ke level tertinggi dalam dua bulan terakhir, mencapai lebih dari USD 90 per barel.

Fenomena ini langsung memicu reaksi di berbagai bursa komoditas global. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), yang menjadi acuan di pasar Amerika, juga mencatat kenaikan tajam hingga menyentuh angka USD 87 per barel. Kenaikan harga ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pasar kembali ketat, di tengah berbagai ketidakpastian geopolitik dan cuaca ekstrem yang mempengaruhi rantai pasokan.

Para analis memperkirakan bahwa tren ini bisa bertahan dalam jangka pendek jika tidak ada tambahan produksi dari negara-negara produsen utama. OPEC+ yang selama ini menjadi pengendali pasokan global, juga belum memberikan sinyal untuk membuka keran produksi lebih lebar. Dalam situasi seperti ini, harga minyak dunia melesat karena stok AS anjlok menjadi kekhawatiran besar bagi negara-negara pengimpor minyak, termasuk Indonesia.

Di pasar domestik, potensi dampak kenaikan harga minyak global mulai terasa. Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi di beberapa SPBU telah menunjukkan tren penyesuaian harga. Pemerintah tengah memantau situasi untuk menentukan langkah strategis, terutama menjelang pembahasan RAPBN dan proyeksi subsidi energi tahun depan.

Ekonomi energi menilai bahwa lonjakan harga minyak dunia karena stok AS anjlok mencerminkan ketidakstabilan fundamental dalam pengelolaan pasokan energi global. Mereka juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat memicu inflasi lanjutan di banyak negara, terutama jika diikuti oleh gangguan lain seperti konflik atau embargo baru.

Sementara itu, perusahaan energi di sektor hulu mendapat keuntungan dari harga yang lebih tinggi. Saham-saham emiten migas mengalami penguatan di berbagai bursa, termasuk di Bursa Efek Indonesia. Investor mulai mengalihkan perhatian pada aset energi sebagai bentuk lindung nilai terhadap ketidakpastian pasar lainnya.

Harga minyak dunia melesat karena stok AS anjlok juga menyoroti pentingnya diversifikasi energi dan transisi ke sumber energi terbarukan. Ketergantungan pada minyak mentah global masih tinggi, sehingga gejolak harga seperti ini dapat berdampak luas terhadap ekonomi dan stabilitas fiskal negara-negara berkembang.

Untuk mengikuti perkembangan terbaru seputar energi dan ekonomi global, kunjungi www.gelanggangnews.com