GELANGGANG NEWS — Fenomena penggunaan sound system berdaya tinggi atau yang dikenal dengan istilah “sound horeg” makin marak di sejumlah daerah, terutama dalam kegiatan hajatan, pesta rakyat, hingga konvoi. Namun, di balik kemeriahan suara bass berdentum itu, kalangan medis mulai mengkhawatirkan dampaknya terhadap kesehatan, khususnya organ vital seperti jantung.
Baru-baru ini, seorang dokter spesialis jantung menyampaikan peringatan bahwa sound horeg berbahaya buat jantung, terutama bagi individu yang memiliki riwayat penyakit jantung atau gangguan irama jantung (aritmia). Paparan suara keras dalam durasi lama dapat memicu stres sistemik yang berdampak pada kerja jantung.
“Gelombang suara dengan frekuensi rendah yang berdenyut kuat bisa menyebabkan lonjakan adrenalin secara tiba-tiba. Itu bisa memicu jantung berdebar cepat, tidak beraturan, bahkan henti jantung mendadak pada orang yang rentan,” jelas sang dokter. Ia menegaskan kembali bahwa dokter sebut sound horeg berbahaya buat jantung bukan sekadar opini, melainkan berdasarkan studi dan pengamatan klinis di lapangan.
Fenomena sound horeg kini tidak hanya menjadi gaya hidup hiburan di pedesaan, namun juga menjangkau wilayah urban. Dalam banyak kasus, warga yang tinggal di sekitar lokasi acara kerap mengeluh mengalami pusing, berdebar, dan tidak bisa tidur karena paparan suara yang ekstrem.
Meskipun belum ada regulasi resmi mengenai batas volume sound system di acara publik, para dokter mendorong pemerintah daerah untuk meninjau dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Dokter sebut sound horeg berbahaya buat jantung menjadi pengingat bahwa aspek kesehatan harus ikut dipertimbangkan dalam penyelenggaraan acara hiburan berbasis audio.
Beberapa laporan medis juga mencatat peningkatan jumlah pasien yang datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak napas, cemas, dan jantung berdebar setelah menghadiri acara dengan sound system super keras. Kasus seperti ini kerap tidak disadari oleh penyelenggara acara, karena efeknya bisa terjadi beberapa jam setelah paparan.

Lebih lanjut, dokter sebut sound horeg berbahaya buat jantung juga untuk mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam memilih lingkungan yang sehat bagi tubuh, terutama saat menikmati hiburan. Masyarakat dengan tekanan darah tinggi, gangguan irama jantung, atau lansia disarankan untuk menghindari paparan langsung dari suara keras dalam jangka waktu lama.
Selain dampak jantung, suara ekstrem juga berdampak pada sistem saraf pusat, pendengaran, dan kualitas tidur. Dalam jangka panjang, paparan suara keras terus-menerus dapat memicu gangguan psikologis seperti kecemasan dan stres kronis.
Kesadaran kolektif menjadi penting. Edukasi publik dan penegakan aturan terkait batas ambang suara menjadi salah satu langkah preventif yang bisa diambil untuk mengurangi risiko. Dokter sebut sound horeg berbahaya buat jantung sebagai peringatan dini bagi siapa pun yang sering terpapar aktivitas hiburan bersuara keras.
Untuk informasi kesehatan dan peristiwa terkini lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.

