GelanggangNews – BEKASI – Proses evakuasi dramatis terhadap penumpang yang terjepit dalam insiden tabrakan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur akhirnya membuahkan hasil. Pada Selasa pagi (28/4/2026), tim Basarnas mengonfirmasi bahwa tiga korban terakhir yang sempat terperangkap di dalam reruntuhan gerbong telah berhasil dikeluarkan.
Kabasarnas Mayjen M. Syafii menyatakan bahwa ketiga korban tersebut langsung diserahkan kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan darurat.
“Barusan telah terevakuasi tiga orang. Kondisinya hidup dan langsung kami serahkan ke tim medis,” ujar Syafii saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
Penyisiran Lanjutan di Area Gerbong
Meski tiga korban yang teridentifikasi sebelumnya sudah berhasil dievakuasi, pihak Basarnas tidak mau gegabah. Tim di lapangan masih terus melakukan penyisiran mendalam untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertimbun atau luput dari pengawasan di dalam rangkaian kereta yang ringsek.
“Kami belum bisa memastikan 100% apakah masih ada sisa korban di dalam. Fokus kami saat ini adalah meyakinkan kembali seluruh area kereta sudah benar-benar bersih,” tambahnya.
Data Korban: 7 Meninggal Dunia, Puluhan Luka-luka
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, dalam konferensi pers di lokasi yang sama, memaparkan data terbaru mengenai dampak kecelakaan maut tersebut. Hingga pagi ini, tercatat:
Korban Meninggal: 7 Orang.
Korban Luka-luka: 81 Orang (saat ini tersebar di beberapa rumah sakit terdekat).
Total Korban Terjepit: 3 Orang (berhasil dievakuasi pagi ini).
Kendala Evakuasi Selama 8 Jam
Bobby mengakui bahwa proses penyelamatan memakan waktu yang cukup lama, yakni lebih dari delapan jam sejak kecelakaan terjadi pada Senin malam. Hal ini disebabkan oleh posisi badan kereta yang saling mengunci dan risiko kerusakan struktur jika dipindahkan secara terburu-buru.
“Evakuasi ini terus terang memakan waktu lama, sekitar 8 jam lebih. Kami melakukannya dengan sangat hati-hati demi keselamatan korban yang masih terjebak di dalam,” jelas Bobby.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih menyelidiki penyebab pasti tabrakan antara KA Jarak Jauh dan KRL tersebut. Operasional kereta di jalur Bekasi Timur pun masih mengalami penyesuaian selama proses pembersihan puing-puing gerbong berlangsung.

