Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Tragedi Berdarah di Nigeria: 162 Warga Tewas Dibantai Kelompok Bersenjata dalam Semalam

ByAdmin Gelanggang

Feb 7, 2026

GelanggangNews – NIGERIA – Kelompok ekstremis bersenjata menyerang dua desa di Nigeria Barat pada Selasa (4/2/2026) malam hingga menewaskan 162 orang. Ini menjadi salah satu serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.

Dikutip dari France24, anggota parlemen yang mewakili daerah tersebut, Mohammed Omar Bio, menyebutkan bahwa serangan itu menargetkan Desa Woro dan Desa Nuku di Negara Bagian Kwara. Sekretaris Palang Merah di Negara Bagian Kwara, Ayodeji Emmanuel Babaomo, mengatakan bahwa pihaknya belum dapat menjangkau komunitas tempat korban berada karena lokasinya yang terpencil.

Kondisi Mengerikan di Lokasi

Rekaman dari lokasi kejadian di televisi lokal menunjukkan mayat-mayat tergeletak berlumuran darah—beberapa dengan tangan terikat—serta rumah-rumah yang terbakar. Gubernur Negara Bagian Kwara, AbdulRahman AbdulRazaq, menggambarkan serangan itu merupakan tanggapan atas operasi militer yang sedang berlangsung terhadap ekstremis bersenjata di wilayah tersebut.

Nigeria sedang bergulat dengan pemberontakan kelompok bersenjata yang telah berlangsung lebih dari 16 tahun di wilayah timur laut, bersamaan dengan konflik antara petani dan peternak di wilayah tengah utara. Aksi separatis yang penuh kekerasan terus berlanjut di wilayah tenggara, sementara penculikan untuk tebusan merajalela di wilayah barat laut. Kerusuhan kini semakin mendekati wilayah barat daya yang relatif lebih aman.

Meskipun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, Presiden Bola Tinubu menyalahkan kelompok Boko Haram atas pembantaian massal tersebut.

AS Kutuk Pembantaian di Nigeria

Amerika Serikat pada Jumat (6/2/2026) telah mengutuk pembunuhan itu dan menyebutnya sebagai kekerasan yang mengerikan.

“Amerika Serikat mengutuk serangan mengerikan di Negara Bagian Kwara, Nigeria, yang menewaskan lebih dari 160 orang,” kata Kedutaan Besar AS di Nigeria dalam sebuah unggahan di X. “Jumlah korban tewas masih belum dipastikan dan banyak yang masih hilang,” sambungnya.

Kedutaan AS menyatakan bahwa mereka juga menyambut baik pengerahan pasukan keamanan oleh Tinubu. Langkah ini dilakukan untuk melindungi desa-desa dan memberikan bantuan kepada para korban.

Ketidakamanan di negara terpadat di Afrika ini telah menjadi sorotan tajam dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak Presiden AS, Donald Trump, menuduh adanya “genosida” di Nigeria.