GELANGGANG NEWS – Aksi kejahatan bermodus aparat kembali meresahkan warga. Seorang warga menjadi korban penyekapan dan perampasan harta oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa ini menyisakan trauma mendalam bagi korban sekaligus memicu kemarahan publik.
Kejadian bermula ketika korban didatangi oleh pelaku yang memperkenalkan diri sebagai anggota kepolisian. Dengan gaya meyakinkan dan atribut menyerupai aparat, pelaku menuduh korban terlibat dalam sebuah perkara hukum. Korban yang panik dan tidak memahami duduk persoalan akhirnya menuruti perintah pelaku tanpa perlawanan.
Korban kemudian dibawa ke sebuah lokasi tertutup dan disekap selama beberapa jam. Dalam kondisi tertekan, korban dipaksa menyerahkan uang tunai, kartu ATM, serta akses ke rekening pribadi. Tak hanya itu, ponsel korban juga dikuasai pelaku untuk memuluskan pengurasan saldo hingga ludes.
Menurut pengakuan korban, pelaku terus mengintimidasi dengan ancaman penahanan dan proses hukum palsu. Setiap kali korban mencoba bertanya, pelaku justru menekan secara verbal agar korban tidak berani melawan. Modus ini membuat korban semakin yakin bahwa pelaku benar-benar aparat penegak hukum.
Setelah uang korban habis dikuras, pelaku akhirnya melepaskan korban di lokasi berbeda. Korban yang masih syok kemudian melapor kepada pihak berwajib. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif untuk memburu pelaku yang telah mencoreng nama institusi negara.
Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan dengan modus mengaku sebagai polisi. Aparat menegaskan bahwa pelaku bukan anggota kepolisian dan murni kriminal. Masyarakat pun diimbau agar lebih waspada, tidak mudah percaya kepada pihak yang mengaku aparat tanpa identitas resmi, serta segera melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian serupa.
Peristiwa penyekapan di Pondok Gede ini menjadi peringatan keras bahwa kejahatan bisa menyasar siapa saja. Kewaspadaan dan keberanian untuk memverifikasi identitas aparat menjadi kunci agar masyarakat tidak kembali menjadi korban.
Baca berita aktual dan terpercaya lainnya hanya di:https://www.gelanggangnews.com/













