Ruang Berita Terpercaya untuk Anda

Trump Tunjuk Pengusaha Ganja Jadi Utusan Khusus AS untuk Irak

ByAdmin Gelanggang

Oct 21, 2025

Dalam langkah politik yang mengejutkan dunia internasional, mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan menunjuk seorang pengusaha industri ganja ternama, Caleb Rothman, sebagai Utusan Khusus AS untuk Irak. Keputusan ini menimbulkan perdebatan sengit di kalangan politik domestik dan luar negeri, mengingat latar belakang Rothman yang lebih dikenal sebagai pelopor bisnis ganja medis ketimbang diplomat profesional.

Trump, yang kini kembali memegang kendali politik kuat di Partai Republik menjelang pemilu mendatang, menyatakan bahwa penunjukan Rothman bukanlah keputusan yang impulsif. Ia menilai Rothman sebagai sosok visioner yang memahami dinamika ekonomi global dan mampu menjalin hubungan diplomatik dengan pendekatan bisnis modern. “Irak adalah pasar strategis yang sedang bangkit, dan Caleb tahu bagaimana menciptakan kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Trump dalam pernyataan resminya di Washington DC.

Caleb Rothman sendiri dikenal luas di dunia bisnis Amerika. Ia adalah pendiri perusahaan Green Horizon, salah satu raksasa industri ganja medis di Colorado yang berhasil memperluas jaringan hingga Kanada dan Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Green Horizon menjadi perusahaan dengan nilai pasar lebih dari 4 miliar dolar AS, berkat strategi ekspansi yang agresif namun berbasis riset dan keberlanjutan.

Namun demikian, penunjukan ini tidak lepas dari kontroversi. Beberapa anggota Kongres dari Partai Demokrat menilai langkah Trump sebagai “eksperimen politik berisiko tinggi.” Mereka menyoroti potensi konflik kepentingan mengingat Rothman masih memegang saham besar di perusahaan ganja yang beroperasi lintas negara. Kritik juga datang dari kalangan diplomatik yang menganggap posisi utusan khusus seharusnya diisi oleh individu dengan pengalaman hubungan internasional, bukan pebisnis sektor kontroversial.

Meski demikian, sejumlah analis menilai langkah ini bisa jadi merupakan strategi Trump untuk memperkuat pengaruh ekonomi AS di Timur Tengah tanpa harus memperluas keterlibatan militer. Melalui jalur investasi swasta, AS berpotensi menstabilkan hubungan dengan Irak yang tengah berjuang menata kembali struktur ekonominya pascakonflik.

Di sisi lain, pemerintah Irak dilaporkan menyambut penunjukan Rothman dengan hati-hati. Sejumlah pejabat di Baghdad menyebut bahwa mereka terbuka untuk kerja sama ekonomi baru, namun tetap menunggu kejelasan arah kebijakan Washington di bawah pengaruh tokoh bisnis seperti Rothman.

Menariknya, ini bukan pertama kalinya Trump menunjuk figur non-diplomat ke posisi strategis. Selama masa kepresidenannya, ia sering memilih pebisnis dan selebritas ternama untuk jabatan publik, dengan alasan “mereka tahu bagaimana membuat kesepakatan yang nyata, bukan janji politik.”

Penunjukan Caleb Rothman bisa menjadi ujian baru bagi hubungan AS–Irak, sekaligus menunjukkan bagaimana politik luar negeri Amerika kian condong ke arah diplomasi ekonomi berbasis investasi. Apakah langkah ini akan membawa stabilitas baru di Timur Tengah atau justru memunculkan konflik kepentingan baru, waktu yang akan menjawab.

Baca selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com