Jakarta, 11 Oktober 2025 — Mulai Januari 2026, semua gim yang diedarkan di Indonesia harus mencantumkan label klasifikasi usia sesuai regulasi baru. Pemerintah akan memberlakukan Indonesia Game Rating System (IGRS) sebagai sistem resmi penilaian konten gim berdasarkan kelompok usia. Aturan ini bertujuan melindungi anak-anak dan remaja dari konten yang tidak sesuai dengan tingkat kedewasaan mereka.
Latar Belakang Regulasi
Langkah ini merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 2 Tahun 2024 tentang klasifikasi gim. Regulasi tersebut mewajibkan penerbit dan pengembang game untuk melakukan penilaian mandiri dan menyertakan label usia dalam deskripsi, kemasan, serta promosi gim. Jika tidak ada kepatuhan, sanksi berupa pemblokiran akses gim dapat dikenakan. Liputan6+1
Menurut Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), lewat Dirjen Ekosistem Digital Edwin Hidayat Abdullah, pihaknya akan meluncurkan sistem IGRS secara resmi pada ajang Indonesia Game Developer Exchange (IGDX) di Bali. detikinet+1
IGRS akan menetapkan kategori usia 3+, 7+, 13+, 15+, 18+, dan “RC” (Restricted Content) untuk gim yang mengandung unsur terlarang atau sangat dewasa. Antara News
Bagaimana Proses Klasifikasi akan Berjalan
Penilaian Mandiri oleh Pengembang / Penerbit
Pihak pengembang/games publisher wajib melakukan self-assessment terhadap konten gim mereka (elemen kekerasan, bahasa, konten seksual ringan, unsur judi, dsb.). Label usia awal ini akan mencerminkan apakah gim tersebut cocok untuk usia di atas 3 tahun, 7 tahun, dan seterusnya. Antara News+1Verifikasi & Monitoring oleh Pemerintah
Setelah penandaan awal oleh penerbit, Komdigi akan melakukan verifikasi berkala untuk memastikan bahwa label usia sesuai isi konten. Bila ditemukan ketidaksesuaian, pemerintah akan meminta revisi atau mengambil tindakan administratif. Antara News+1Sanksi Bila Tidak Mematuhi
Bila penerbit atau pengembang tidak mencantumkan klasifikasi usia atau melanggar label yang ditetapkan, gim tersebut dapat diblokir agar tidak diakses di Indonesia. Selular+2Antara News+2Pemberlakuan & Sosialisasi
Regulasi ini akan efektif pada Januari 2026, dan selama masa transisi, Komdigi akan melakukan sosialisasi kepada developer lokal dan global serta ke publik agar memahami arti dari klasifikasi usia. Antara News+1
Manfaat & Tantangan Regulasi Baru
Manfaat
Membantu orang tua dan pengguna memilih gim yang sesuai usia anak atau remaja mereka.
Mencegah paparan konten kekerasan, seksual, atau tema yang tidak cocok bagi usia muda.
Menstimulasi tanggung jawab dari pengembang untuk menyusun konten yang lebih etis dan aman.
Menjadikan Indonesia lebih sejalan dengan standar negara lain yang sudah memiliki rating usia gim (semisal ESRB, PEGI, CERO).
Tantangan
Pengawasan konten digital sangat luas dan dinamis — gim online, konten user-generated, modifikasi konten, dan update konten bisa berubah cepat.
Menegakkan kepatuhan dari pengembang internasional yang mungkin belum terbiasa dengan regulasi lokal.
Penanganan sengketa seputar perbedaan persepsi antara label usia dan elemen konten subjektif (misalnya, kekerasan ringan vs yang dianggap terlalu kuat).
Kesiapan sistem teknis untuk memverifikasi dan memonitor konten secara otomatis dan rutin.
Apa Artinya bagi Pengguna & Orang Tua
Pengguna akan melihat label usia jelas di halaman gim atau toko digital, misalnya “13+” atau “18+”.
Orang tua mendapat panduan visual yang mempermudah pengawasan sejak pemilihan gim.
Anak-anak atau pengguna di bawah usia yang ditentukan akan dibatasi aksesnya ke gim dengan kategori lebih tinggi.
Developer lokal atau studio indie harus siap melakukan penyesuaian dalam desain konten agar tidak terkena sanksi.
Info liputan teknologi, regulasi digital, dan berita terkini seputar dunia gim dan internet, kunjungi situs kami di www.gelanggangnews.com













