Sydney diguncang insiden berdarah ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan membabi buta di sebuah kawasan hiburan padat pengunjung pada akhir pekan. Dalam peristiwa mengejutkan tersebut, setidaknya 20 orang dilaporkan terluka setelah pelaku menembakkan lebih dari 100 peluru secara beruntun.
Kejadian itu berlangsung di distrik barat Sydney sekitar pukul 22.30 waktu setempat. Saksi mata mengatakan suasana tiba-tiba berubah kacau ketika suara rentetan tembakan terdengar. Orang-orang yang sedang menikmati waktu bersama keluarga maupun teman berlarian mencari perlindungan. “Saya hanya mendengar suara tembakan tidak berhenti, semua orang panik, ada yang berteriak, ada yang jatuh karena dorong-dorongan,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.
Polisi New South Wales (NSW) segera dikerahkan ke tempat kejadian setelah menerima laporan darurat. Menurut keterangan pihak kepolisian, pelaku menggunakan senjata otomatis dan menembak tanpa arah yang jelas. Dari hasil awal penyelidikan, pelaku diperkirakan sudah mempersiapkan aksi ini secara matang, terlihat dari jumlah amunisi yang ia bawa.
Tim medis darurat yang datang ke lokasi mengevakuasi para korban ke beberapa rumah sakit terdekat. Dari total 20 korban, sebagian besar mengalami luka tembak di bagian tangan dan kaki, sementara beberapa lainnya harus menjalani operasi darurat karena luka serius. Hingga kini, otoritas kesehatan menyatakan sebagian besar korban berada dalam kondisi stabil.
Polisi berhasil menangkap pelaku tidak lama setelah insiden. Identitasnya belum diumumkan secara resmi, namun pihak berwenang mengungkap bahwa ia adalah pria berusia sekitar 40 tahun dengan latar belakang yang masih diselidiki. Belum jelas motif di balik penembakan brutal ini, meskipun sejumlah laporan awal menyebut adanya indikasi keterkaitan dengan kelompok kriminal bersenjata.
Perdana Menteri Australia segera menyampaikan keprihatinannya atas insiden tersebut. Dalam pernyataan singkatnya, ia menegaskan bahwa aksi kekerasan bersenjata seperti ini tidak dapat ditoleransi dan pemerintah akan memperketat regulasi serta pengawasan terhadap kepemilikan senjata api. “Kami berdiri bersama para korban dan keluarga mereka. Sydney tidak boleh dibiarkan hidup dalam ketakutan akibat aksi segelintir orang,” ujarnya.
Sementara itu, polisi NSW menutup sementara lokasi kejadian untuk kepentingan olah TKP. Tim forensik menemukan selongsong peluru dalam jumlah besar yang memperkuat keterangan saksi mengenai tembakan lebih dari 100 kali. Pihak kepolisian juga membuka posko informasi untuk keluarga korban serta menyediakan layanan bantuan psikologis bagi mereka yang terdampak trauma akibat insiden ini.
Insiden penembakan massal ini menjadi salah satu kasus paling serius yang pernah terjadi di Sydney dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat setempat berharap aparat hukum dapat segera menuntaskan penyelidikan dan memastikan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Informasi penting lainnya hanya di www.gelanggangnews.com.

