Korban Tewas Gempa M 6,9 Filipina Bertambah Jadi 19 Orang

Manila, Gelanggang News – Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 yang mengguncang wilayah Mindanao, Filipina, pada Sabtu malam lalu, terus bertambah. Data terbaru yang dirilis otoritas setempat menyebutkan korban meninggal dunia kini mencapai 19 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Gempa yang terjadi sekitar pukul 20.35 waktu setempat itu berpusat di darat dengan kedalaman dangkal sekitar 30 kilometer. Episentrum gempa tercatat berada di wilayah barat daya Mindanao, salah satu kawasan rawan gempa di Filipina yang dilalui jalur Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire).

Rincian Dampak

Departemen Pertahanan Sipil Filipina melaporkan, sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa mengguncang. Beberapa korban lainnya dilaporkan meninggal karena tidak sempat menyelamatkan diri saat terjadi longsor di daerah perbukitan.

Hingga kini, lebih dari 2.000 rumah dilaporkan rusak, termasuk ratusan fasilitas umum seperti sekolah, rumah ibadah, dan pusat layanan kesehatan. Di beberapa wilayah, jaringan listrik dan telekomunikasi sempat terputus, sehingga menyulitkan komunikasi dan proses evakuasi.

Kepanikan sempat melanda masyarakat di Kota General Santos dan Davao, di mana warga berhamburan keluar rumah dan gedung tinggi untuk mencari tempat terbuka. Banyak dari mereka masih memilih bertahan di area pengungsian karena khawatir gempa susulan.

Upaya Evakuasi dan Penyelamatan

Tim penyelamat gabungan yang terdiri dari militer, polisi, dan relawan terus melakukan pencarian korban di bawah reruntuhan. Proses pencarian terkendala cuaca yang tidak menentu serta akses jalan yang terputus akibat kerusakan. Pemerintah Filipina telah menurunkan bantuan darurat berupa makanan, obat-obatan, serta tenda untuk para pengungsi.

Presiden Filipina juga telah memerintahkan seluruh instansi terkait untuk bergerak cepat memberikan penanganan, termasuk mempercepat distribusi bantuan ke daerah terdampak yang sulit dijangkau.

Respon BMKG Filipina

Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) menyatakan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif yang melintasi wilayah Mindanao. Mekanisme gempa menunjukkan adanya pergeseran sesar mendatar (strike-slip fault). Meski memiliki kekuatan cukup besar, PHIVOLCS menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Namun, PHIVOLCS mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Sejumlah gempa susulan dengan magnitudo lebih kecil tercatat sudah mengguncang wilayah yang sama sejak gempa utama terjadi.

Filipina dan Ancaman Gempa

Sebagai negara yang berada di jalur Cincin Api Pasifik, Filipina dikenal rawan terhadap gempa bumi dan letusan gunung berapi. Dalam beberapa dekade terakhir, negara ini telah berulang kali dilanda gempa besar yang menelan banyak korban jiwa. Karena itu, pemerintah setempat terus mendorong program mitigasi bencana dan pelatihan kesiapsiagaan bagi masyarakat.

Gempa M 6,9 di Mindanao kali ini menjadi pengingat bahwa ancaman bencana geologi bisa datang kapan saja. Para ahli menegaskan bahwa edukasi, kesiapan sistem peringatan dini, serta pembangunan infrastruktur tahan gempa menjadi faktor kunci untuk mengurangi risiko bencana di masa depan.

Baca berita selengkapnya hanya di www.gelanggangnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *