Banyak Konser Kpop Batal, China Bantah Tutup Pintu untuk Korsel

Isu pembatalan sejumlah konser Kpop di China dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan spekulasi publik tentang adanya larangan terselubung dari pemerintah Tiongkok terhadap industri hiburan asal Korea Selatan. Namun, otoritas China dengan tegas membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pintu kerja sama budaya dengan Korsel tetap terbuka.

Kabar ini mencuat setelah beberapa promotor di China mengumumkan pembatalan konser besar dari grup Kpop ternama yang seharusnya digelar di kota-kota besar seperti Beijing, Shanghai, hingga Guangzhou. Pembatalan tersebut memicu kekhawatiran di kalangan penggemar, terutama setelah pengalaman sebelumnya ketika hubungan diplomatik kedua negara merenggang akibat instalasi sistem pertahanan rudal THAAD pada 2017, yang sempat membuat hiburan asal Korea Selatan dibatasi di Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China menyampaikan bahwa pembatalan konser belakangan ini murni alasan teknis dan komersial, bukan kebijakan politik. “China tidak pernah menutup pintu untuk pertukaran budaya dengan Korea Selatan. Kami menghargai kontribusi budaya Kpop, tetapi setiap kegiatan tentu harus sesuai regulasi dan kesepakatan bisnis,” jelasnya dalam konferensi pers resmi.

Di sisi lain, pemerintah Korea Selatan menyatakan pihaknya akan terus memantau perkembangan ini. Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korsel menekankan bahwa pasar China memiliki peran penting dalam penyebaran budaya Korea, termasuk Kpop, drama, dan produk kreatif lainnya. Mereka berharap situasi ini tidak menimbulkan dampak negatif yang lebih luas terhadap hubungan bilateral.

Para analis menilai, meski pemerintah China sudah memberikan bantahan, tetap ada persepsi publik bahwa faktor politik dan hubungan diplomasi berpengaruh pada industri hiburan. Sebab, konser yang batal umumnya adalah grup besar dengan basis penggemar kuat di China. Kehilangan pasar besar seperti Tiongkok jelas akan berdampak pada pemasukan agensi hiburan Korea Selatan yang selama ini mengandalkan tur global sebagai sumber utama pendapatan.

Reaksi penggemar Kpop di China juga cukup keras. Banyak yang meluapkan kekecewaan di media sosial Weibo, menanyakan alasan sebenarnya di balik pembatalan konser idola mereka. Beberapa penggemar bahkan menginisiasi petisi daring untuk meminta pemerintah lebih mendukung kegiatan budaya internasional, termasuk dari Korea Selatan.

Meski begitu, sebagian konser artis Korea tetap berjalan sesuai jadwal, meskipun dalam skala lebih kecil dan terbatas. Hal ini menjadi sinyal bahwa peluang pertunjukan masih ada, walau ruang lingkupnya tidak sebesar sebelumnya. Promotor lokal juga menilai bahwa ke depan kerja sama bisa diperbaiki dengan komunikasi lebih intensif antara agensi Korea dan mitra bisnis di China.

Hubungan budaya antara China dan Korea Selatan selama ini memang mengalami pasang surut, namun tidak pernah benar-benar terputus. Popularitas Kpop, K-drama, dan produk budaya Korea lainnya masih tinggi di kalangan masyarakat Tiongkok. Kondisi inilah yang membuat banyak pihak optimistis bahwa isu pembatalan konser tidak akan berlangsung lama dan dapat diatasi melalui jalur diplomasi budaya.

Tulisan ini dipersembahkan untuk Gelanggang News. Informasi selengkapnya dapat diakses melalui www.gelanggangnews.com.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *