GELANGGANG NEWS — Perayaan menjelang Hari Raya Nyepi di Kabupaten Klungkung, Bali, tahun ini diwarnai dengan semaraknya parade ogoh-ogoh. Dari puluhan karya kreatif yang ditampilkan, ogoh-ogoh ‘Cupak Grantang’ raih juara di Klungkung, mencuri perhatian dewan juri dan ribuan penonton yang memadati area utama festival.
Ogoh-ogoh ‘Cupak Grantang’ dipersembahkan oleh sekaa teruna dari Desa Akah. Karya ini mengangkat kisah tradisional Bali tentang tokoh Cupak yang licik dan saudaranya, Grantang, yang jujur dan bijak. Visualisasi karakter, ekspresi wajah, serta gerakan dinamis dari ogoh-ogoh tersebut dinilai sangat apik dan dramatis, sehingga layak menjadi yang terbaik tahun ini.
Keberhasilan ogoh-ogoh ‘Cupak Grantang’ raih juara di Klungkung tidak datang secara instan. Proses pembuatan ogoh-ogoh ini memakan waktu hampir dua bulan, melibatkan puluhan pemuda desa dan seniman lokal. Selain mempertimbangkan aspek estetika, dewan juri juga menilai nilai budaya, pesan moral, dan orisinalitas karya.
Panitia festival menyampaikan bahwa tahun ini terdapat lebih dari 30 peserta yang berpartisipasi dari berbagai desa di Klungkung. Mereka membawa ogoh-ogoh beragam ukuran dan tema, mulai dari cerita rakyat, tokoh mitologi Hindu, hingga isu-isu sosial modern. Namun, ogoh-ogoh ‘Cupak Grantang’ raih juara di Klungkung karena dianggap paling berhasil memadukan unsur tradisional dengan eksekusi kreatif yang luar biasa.
Menurut salah satu juri, keunggulan ogoh-ogoh ini terletak pada teknik pewarnaan, detail ukiran, serta kekuatan narasi visual. “Cerita Cupak dan Grantang sudah dikenal luas, tetapi bagaimana cerita itu dihidupkan kembali melalui ogoh-ogoh ini sangat mengesankan,” ujarnya.

Masyarakat Klungkung pun turut bangga atas kemenangan tersebut. Tak sedikit warga yang berharap ogoh-ogoh pemenang ini dapat dibawa ke ajang pameran tingkat provinsi atau nasional, sebagai representasi kekayaan seni dan budaya Bali. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa generasi muda masih memiliki semangat tinggi dalam melestarikan tradisi.
Ogoh-ogoh ‘Cupak Grantang’ raih juara di Klungkung menjadi sorotan utama dalam pemberitaan budaya tahun ini. Keberhasilan tersebut diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk terus mengembangkan potensi lokal melalui karya seni yang sarat makna dan nilai edukatif.
Setelah parade selesai, ogoh-ogoh biasanya akan diarak keliling desa dan kemudian dibakar sebagai simbol pengusiran unsur negatif menjelang perayaan Nyepi. Namun, khusus untuk ogoh-ogoh juara seperti ‘Cupak Grantang’, rencananya akan disimpan untuk dipamerkan atau dilombakan kembali di tingkat yang lebih tinggi.
Untuk berita budaya dan pariwisata Bali lainnya, kunjungi www.gelanggangnews.com.













