JAKARTA – Jagat media sosial kembali diramaikan perdebatan menarik seputar kuliner khas Tanah Air. Kali ini, topiknya adalah soal waktu paling tepat menikmati salah satu hidangan favorit masyarakat, yaitu ketoprak. Perdebatan dengan tajuk “Netizen debat waktu konsumsi makanan, ketoprak menu pagi atau malam?” mendadak viral sejak akhir pekan lalu.
Meskipun terdengar ringan, perdebatan ini memancing banyak respons karena menyentuh kebiasaan makan yang sangat personal dan beragam antarwilayah. Tagar #TeamKetoprakPagi dan #TeamKetoprakMalam pun sempat menjadi trending topic di X (dulu Twitter), menunjukkan betapa besar antusiasme masyarakat membahas waktu terbaik menikmati ketoprak.
Asal-Usul Ketoprak dan Fleksibilitas Konsumsinya
Ketoprak adalah hidangan khas Betawi yang terdiri dari lontong, tahu, bihun, tauge, dan bumbu kacang yang gurih. Biasanya ditambah kerupuk dan taburan bawang goreng, ketoprak dikenal sebagai makanan kaki lima yang merakyat dan mudah ditemukan di berbagai sudut kota.
Dalam konteks “Netizen debat waktu konsumsi makanan, ketoprak menu pagi atau malam?”, sebagian warganet menyatakan bahwa ketoprak cocok disantap pagi hari sebagai sarapan yang mengenyangkan namun tetap ringan. Sebaliknya, banyak pula yang merasa makanan berbasis karbohidrat dan kacang ini lebih nikmat dikonsumsi malam hari sebagai comfort food sebelum tidur.
Pendapat Warganet Terbelah
Di media sosial, perdebatan ini berkembang menjadi pembahasan tentang kebiasaan daerah. Warganet dari Jakarta dan sekitarnya banyak yang mengaku terbiasa menyantap ketoprak di pagi hari karena banyak pedagang yang berjualan mulai pukul 06.00 pagi. Namun, warga dari kota-kota lain seperti Bandung dan Surabaya menyebut bahwa ketoprak justru lebih mudah ditemukan pada malam hari.

“Pagi-pagi ngopi sama ketoprak itu combo terbaik,” tulis akun @sarinahfoodie.
“Ketoprak malam itu penyelamat perut lapar habis lembur,” komentar akun lainnya, @andrinightowl.
Ahli Gizi Turut Beri Tanggapan
Menariknya, isu “Netizen debat waktu konsumsi makanan, ketoprak menu pagi atau malam?” juga mengundang komentar dari ahli gizi. Menurut Dian Pramesti, ahli gizi komunitas, ketoprak adalah makanan yang relatif seimbang dari sisi karbohidrat dan protein nabati. Namun, konsumsi malam hari disarankan dalam porsi wajar, terutama bagi individu dengan gangguan pencernaan atau diet tertentu.
“Tidak ada waktu baku untuk makan ketoprak. Yang penting adalah keseimbangan porsinya dan waktu tidur setelah makan,” ujarnya saat dihubungi Gelanggang News.
Perdebatan seputar “Netizen debat waktu konsumsi makanan, ketoprak menu pagi atau malam?” menunjukkan betapa eratnya hubungan masyarakat Indonesia dengan budaya kuliner. Meski terlihat sederhana, diskusi ini merefleksikan keragaman kebiasaan makan yang ada di berbagai daerah.
Apakah Anda tim ketoprak pagi atau malam? Ikuti terus berita dan diskusi menarik lainnya di www.gelanggangnews.com.

